kolabora.id – Rp2.574.000 per gram: itu harga emas hari ini untuk batangan ANTAM 1 gram pada Rabu, 14 Oktober 2026. Hari ini pasar global menunggu rilis inflasi Amerika Serikat (AS) yang menentukan arah suku bunga dan dolar, sementara harga jual kembali ANTAM tidak bergerak dari hari sebelumnya.
Data inflasi itu akhirnya keluar pukul 08.30 waktu AS bagian timur, atau sekitar 19.30 WIB. Hasilnya, indeks harga konsumen (CPI) AS naik 3,7% dalam setahun, lebih panas daripada 3,4% pada Agustus.
Harga Antam dan Buyback Hari Ini

Menurut tabel resmi di logammulia.com yang tayang pukul 08.30 WIB, berikut harga beberapa pecahan emas batangan ANTAM pada 14 Oktober 2026.
| Pecahan | Harga dasar | Termasuk PPh 0,25% |
|---|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.337.000 | Rp1.340.343 |
| 1 gram | Rp2.574.000 | Rp2.580.435 |
| 10 gram | Rp25.235.000 | Rp25.298.088 |
| 100 gram | Rp251.612.000 | Rp252.241.030 |
Di sisi lain, halaman simulasi buyback Logam Mulia mencatat harga jual kembali Rp2.383.000 per gram, dengan perubahan Rp0 dan pembaruan terakhir pukul 08.22 WIB. Karena itu, selisih harga beli dan jual kembali untuk 1 gram mencapai Rp191.000, atau sekitar 7,4% dari harga dasar menurut hitungan Kolabora.
Pecahan Besar Lebih Murah per Gram

Bila harga dasar kita bagi dengan beratnya, pecahan 0,5 gram setara Rp2.674.000 per gram. Sebaliknya, batangan 1.000 gram hanya Rp2.514.600 per gram, sesuai tabel Logam Mulia hari ini.
Meski begitu, pecahan kecil tetap masuk akal bagi penabung rutin yang belum punya dana besar. Harga per gramnya memang lebih tinggi, tetapi pemiliknya bisa menjual sebagian koleksi saat butuh uang.
Pasar Global Juga Cenderung Datar
Gambaran serupa muncul di luar negeri. Situs data pasar FXStreet mencatat harga emas di India Rabu pagi berada di 12.703,93 rupee per gram, hampir sama dengan 12.702,09 rupee pada Selasa.
Angka India itu relevan karena FXStreet menghitungnya dari harga emas internasional dalam dolar, lalu mengonversinya ke rupee. Dengan kata lain, harga emas dunia sedang stabil dan menahan diri. Catatan pasar markets.com pada hari yang sama menempatkan emas di dekat US$4.153 per troi ons menjelang rilis inflasi.
Inflasi AS 3,7% Jadi Penentu

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan CPI September 2026 naik 0,6% secara bulanan dengan penyesuaian musiman. Kenaikan itu lebih cepat daripada 0,4% pada Agustus.
Secara tahunan, CPI naik 3,7%. Selain itu, inflasi inti tanpa pangan dan energi naik 2,6%, setelah 2,4% pada periode 12 bulan hingga Agustus, menurut laporan BLS yang sama.
Inflasi yang memanas mempersempit ruang bank sentral AS untuk menurunkan bunga. Bahkan, markets.com menyebut risiko kenaikan suku bunga The Fed pada Desember masih membayangi emas.
Kenapa CPI Menggerakkan Harga Emas
Emas tidak memberi bunga. Akibatnya, ketika bunga acuan naik, investor cenderung beralih ke aset berimbal hasil seperti obligasi AS, sesuai uraian panduan emas FXStreet.
Pasar juga memakai dolar sebagai satuan harga emas. Jadi, dolar yang menguat biasanya menahan harga emas, sedangkan dolar yang melemah cenderung mendorongnya naik. Bagi pembeli di Indonesia, kurs rupiah ikut menentukan harga akhir di butik.
Namun, inflasi tinggi juga bisa menambah minat pada emas sebagai pelindung nilai. Tarik-menarik dua kekuatan inilah yang membuat harga emas hari ini cenderung datar sebelum data keluar, lalu bergerak tajam sesudahnya.
Simulasi Jual Kembali 10 Gram
Sebagai simulasi, Sobat Kolabora membeli 10 gram hari ini seharga Rp25.298.088 termasuk PPh. Bila langsung menjualnya kembali hari itu di harga buyback, hitungannya 10 × Rp2.383.000 = Rp23.830.000.
Logam Mulia menyebut transaksi buyback di atas Rp10.000.000 terkena potongan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% sesuai PMK Nomor 81 Tahun 2024. Dalam simulasi ini, potongannya Rp357.450, sehingga dana bersih menjadi Rp23.472.550.
Artinya, simulasi ini rugi Rp1.825.538 pada penjualan seketika. Menurut simulasi yang sama, harga buyback harus naik ke sekitar Rp2.568.300 per gram, atau sekitar 7,8% dari level hari ini, agar impas. Oleh sebab itu, emas fisik lebih cocok untuk simpanan jangka panjang daripada transaksi harian.
Jadwal Penggerak Berikutnya
- Kamis pagi, 15 Oktober 2026: pembaruan harga Logam Mulia pukul 08.30 WIB menjadi cermin pertama reaksi pasar atas angka 3,7%.
- 10 November 2026: BLS merilis CPI Oktober 2026 pukul 08.30 waktu AS, sesuai jadwal resminya.
- Setiap hari: kurs rupiah terhadap dolar, karena harga butik mengikuti emas dunia dalam rupiah.
Selain emas, harga energi juga ikut menentukan inflasi di dalam negeri, seperti terlihat pada harga BBM 13 Oktober 2026. Pelaku usaha yang bergantung pada pasar AS juga perlu memantau tarif impor Amerika beserta dampaknya pada kurs.
Untuk pembeli emas, patokan paling aman tetap harga resmi pagi hari dan selisih buyback, bukan tebakan arah harga sesaat.





