Cara Cek Skincare BPOM Asli dan Aman Lewat Situs Resmi

Aneka produk perawatan kulit dan kosmetik seperti botol serum, wadah krim, dan kuas di atas meja merah muda
Serum, krim, dan kosmetik lain sebaiknya dicek nomor notifikasinya sebelum dipakai rutin. Foto: Alexandra Tran/Unsplash (Unsplash License)

kolabora.id – Cara cek skincare BPOM paling cepat begini: salin nomor notifikasi di kemasan, ketik di kolom Cari Produk pada situs Cek BPOM, lalu cocokkan nama, merek, ukuran, dan pendaftar di hasilnya. Prosesnya gratis, tanpa akun, dan selesai dalam beberapa menit, baik lewat situs maupun aplikasi BPOM Mobile.

Langkah kecil ini makin penting karena BPOM masih menemukan 14 kosmetik berbahan berbahaya atau terlarang pada triwulan II 2026, dua di antaranya tanpa izin edar. Karena itu, panduan ini membahas cara membaca nomor, langkah di situs dan aplikasi, arti hasil pencarian, tanda produk berisiko, sampai cara melapor.

Bacaan Lainnya

Kenali Nomor Notifikasi di Kemasan

Tangan memegang tube krim putih bermerek Plantadea dengan teks keterangan produk tercetak di kemasan
Nama produk, nomor notifikasi, dan tanggal kedaluwarsa biasanya tercetak di kemasan luar atau label tube. Foto: PLANTADEA/Unsplash (Unsplash License)

Pertama, cari kode dua huruf dan 11 angka di kemasan luar atau label, misalnya NA18251701984 pada sebuah sunscreen gel lokal. Kode inilah nomor notifikasi, yaitu tanda bahwa produk sudah tercatat di BPOM.

Menurut penjelasan yang beredar luas, termasuk di Hukumonline, huruf kedua menunjukkan asal produk: NA untuk Asia termasuk Indonesia, NB Australia, NC Eropa, ND Afrika, dan NE Amerika. Namun, redaksi belum menemukan pembagian ini di teks Peraturan BPOM Nomor 21 Tahun 2022, jadi anggap sebagai petunjuk awal saja.

Data Cek BPOM sendiri cocok dengan pola itu. Misalnya, sebuah produk merek Dermacolor milik importir PT Evieta memakai awalan NC.

Kesalahan yang sering terlihat: pembeli puas melihat tulisan “BPOM” di foto etalase tanpa nomor lengkap. Logo seperti itu tidak bisa kamu cek, sedangkan nomor 13 karakter bisa.

Cek Skincare BPOM di Situs Resmi

Perempuan duduk di kamar mandi sambil membaca label pada kotak kemasan produk perawatan diri
Sebelum mengetik di Cek BPOM, salin dulu nomor notifikasi dari kotak kemasan seperti ini. Foto: volant/Unsplash (Unsplash License)

Situs Cek BPOM hanya punya satu kolom pencarian bernama Cari Produk. Kolom ini menerima nama produk, merek, nomor izin, atau nama pendaftar. Ikuti urutan berikut:

  1. Buka situs Cek BPOM di peramban ponsel atau laptop; layanan ini gratis dan tidak meminta login.
  2. Ketik nomor notifikasi lengkap tanpa spasi, misalnya NA18251701984, lalu tekan tombol Cari.
  3. Tunggu halaman Daftar Semua Produk muncul. Tabelnya berisi tipe produk (KO untuk kosmetik), nomor registrasi, tanggal terbit, nama produk, merek, kemasan, serta pendaftar.
  4. Klik baris hasil untuk membuka jendela Detail Produk, yang memuat nama produsen dan unit BPOM penerbit notifikasi.
  5. Ulangi pencarian memakai nama merek bila nomor tidak muncul, sebab salah ketik satu angka saja membuat hasil kosong.

Selain kolom utama, menu Produk menyediakan halaman khusus kosmetika, obat, suplemen, pangan olahan, sampai daftar public warning. Menurut saya, halaman public warning inilah yang paling jarang orang buka, padahal isinya justru produk yang sedang bermasalah.

Pindai Kode Lewat Aplikasi BPOM Mobile

Untuk belanja di toko fisik, aplikasi BPOM Mobile terasa lebih praktis. Aplikasi resmi buatan BPOM ini bisa memindai kode QR, 2D barcode, atau barcode di kemasan.

  1. Unduh BPOM Mobile dari Google Play, lalu izinkan akses kamera dan lokasi karena aplikasi meminta keduanya untuk memindai.
  2. Arahkan kamera ke kode QR atau barcode di kemasan setelah membuka fitur pemindai.
  3. Ketik nomor notifikasi secara manual bila pemindaian gagal, karena aplikasi menyediakan opsi itu.
  4. Bandingkan data yang muncul dengan kemasan di tanganmu, sama seperti langkah di situs.

Tapi bagaimana kalau aplikasinya sering macet? Jujur, keluhan itu umum: saat redaksi mengecek pada 9 Oktober 2026, rating BPOM Mobile di Google Play hanya 2,3 dari sekitar 4.100 ulasan. Jadi, situs Cek BPOM tetap jalur cadangan yang paling andal.

Baca Hasil untuk Memastikan Produk Asli

Nomor yang muncul di basis data belum tentu berarti barang di tanganmu asli. Pemalsu bisa menyalin nomor sah milik produk lain, sehingga kecocokan detail menjadi kunci.

Kolom di Cek BPOMCocokkan denganTanda bahaya
Nama produk dan merekTulisan di depan kemasanNama atau varian berbeda
KemasanJenis wadah dan isi bersihUkuran yang tidak terdaftar, misalnya pot kecil
PendaftarNama perusahaan di labelPerusahaan lain atau tanpa nama
Tanggal terbitMasa berlaku notifikasi tiga tahunTerbit lebih dari tiga tahun lalu
TipeKO untuk kosmetikTipe lain untuk produk yang dijual sebagai skincare
Kolom hasil dan Detail Produk di cekbpom.pom.go.id, hasil cek redaksi 9 Oktober 2026; masa berlaku tiga tahun menurut Pasal 45 Peraturan BPOM 21/2022.

Contohnya, pencarian NA18251701984 menampilkan Holyshield Watery Sunscreen Gel SPF 50+ PA++++ merek Somethinc. Hasilnya mencantumkan kemasan tube 25 g dan 50 g, pendaftar PT Royal Pesona Indonesia, serta tanggal terbit 16 Juni 2025.

Artinya, produk yang sama dalam pot 10 g patut kamu curigai. Ukuran seperti itu tidak tercatat di hasil pencarian.

Ada satu hal yang sering bikin orang keliru: Cek BPOM tidak menampilkan kolom status ataupun tanggal habis berlaku izin. Padahal, Pasal 45 Peraturan BPOM 21/2022 menetapkan notifikasi berlaku tiga tahun dengan opsi perpanjangan.

Jadi, kamu perlu menghitung sendiri. Hitungan redaksi untuk contoh tadi: terbit Juni 2025 ditambah tiga tahun berarti berlaku sampai sekitar Juni 2028.

Bila tanggal terbit sudah lewat tiga tahun, tanyakan ke HALOBPOM apakah pemiliknya sudah memperbarui notifikasi. Selain itu, jendela Detail Produk memang punya kolom Komposisi, tetapi pada contoh tadi isinya hanya tanda strip. Akibatnya, daftar bahan tetap harus kamu baca langsung di label kemasan.

Waspadai Tanda Skincare Tidak Aman

Wadah bedak bulat merah tertutup dan wadah putih terbuka berisi bedak tabur merah muda di atas meja kayu
Kosmetik dalam pot tanpa nama produsen atau nomor notifikasi sebaiknya tidak kamu pakai sebelum jelas asal-usulnya. Foto: Anne Nygård/Unsplash (Unsplash License)

Lolos pencarian belum menjamin isinya aman. Dalam dua siaran pers 2026, BPOM mencatat 11 kosmetik bermasalah pada triwulan I dan 14 pada triwulan II, termasuk produk yang punya izin edar.

Bahan yang BPOM sebut berbahaya atau terlarang dalam temuan itu antara lain:

  • Merkuri, yang menurut BPOM bisa memicu perubahan warna kulit permanen dan merusak organ seperti ginjal.
  • Hidrokinon, dengan risiko perubahan warna kulit permanen.
  • Asam retinoat, yang memicu iritasi dan berisiko menyebabkan cacat janin.
  • Pewarna Merah K10, yang BPOM kaitkan dengan risiko kanker dan kerusakan hati.
  • Obat golongan steroid seperti deksametason, klobetasol propionat, dan mometason furoat.

Aturan bahan kosmetik sendiri kini merujuk Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025, yang berlaku sejak 3 Oktober 2025. Daftar lengkap temuan terbaru bisa kamu baca di siaran pers BPOM 13 Juli 2026.

Selain bahan, perhatikan tanda di luar label. Contohnya klaim “putih dalam tiga hari”, pot tanpa nama produsen, dan harga jauh di bawah toko resmi. BPOM sendiri meminta konsumen mewaspadai klaim hasil instan.

Pengguna tabir surya pun perlu saringan yang sama. Panduan cara memilih sunscreen dari Kolabora juga menempatkan Cek BPOM sebagai langkah terakhir sebelum membayar.

Lapor ke BPOM Jika Nomor Tak Ditemukan

Hasil kosong dengan pesan “No matching records found” berarti nomor itu tidak ada di basis data. Jangan langsung menuduh penjual, karena salah ketik juga menghasilkan pesan yang sama. Setelah itu, ikuti langkah berikut:

  1. Cari ulang memakai nama merek dan nama produk, bukan nomor.
  2. Simpan bukti berupa foto kemasan, tangkapan layar etalase, nama toko, dan bukti bayar.
  3. Hentikan pemakaian bila kulit terasa perih, gatal, atau memerah, lalu konsultasikan ke dokter.
  4. Laporkan ke HALOBPOM lewat telepon 1500533, WhatsApp 0811-9181-533, atau email [email protected].
  5. Kirim juga aduan lewat fitur pengaduan di aplikasi BPOM Mobile sebagai jalur tambahan.

Laporan seperti ini berguna karena sanksinya berat. Menurut BPOM, pelanggar bisa terancam penjara hingga 12 tahun atau denda hingga Rp5 miliar berdasarkan UU 17/2023 tentang Kesehatan.

Belanja Online, Impor, dan Racikan Klinik

Toko Online Resmi

Toko resmi pun belum tentu bebas masalah. BPOM secara khusus meminta Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluwarsa) untuk kosmetik yang kamu beli secara daring.

Cek nomornya sebelum checkout, lalu periksa sekali lagi saat paket tiba. Kebiasaan ini paling terasa manfaatnya saat menyetok di jadwal promo 10.10 dan 11.11.

Produk Impor

Produk impor tetap wajib bernomor notifikasi, dan nama yang tercatat sebagai pendaftar biasanya importir di Indonesia. Temuan BPOM 2026 juga mencakup produk impor, jadi label berbahasa asing tanpa nomor BPOM adalah alasan kuat untuk menahan diri.

Skincare Racikan Klinik

BPOM membedakan dua hal. Menurut BPOM, racikan beretiket biru yang sah adalah obat luar yang apoteker racik berdasarkan resep dokter untuk satu pasien tertentu.

Sebaliknya, racikan yang dijual massal atau online tanpa resep dan tanpa notifikasi BPOM tergolong kosmetik ilegal. Pada pemeriksaan klinik kecantikan Februari 2024, BPOM mengamankan 51.791 produk senilai sekitar Rp2,8 miliar, termasuk skincare beretiket biru.

Sobat Kolabora, malam ini ambil satu skincare yang paling sering kamu pakai, ketik nomornya di Cek BPOM, lalu cocokkan ukuran dan pendaftarnya dengan kemasan.

Tari Ismayah
Ditulis oleh

Tari Ismayah

Perempuan asli Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *