Kolabora.id – Persib dan Borneo FC sama-sama menutup Super League 2025/26 dengan 79 poin, lalu siapa yang berhak juara?
Jawabannya Persib, menurut Bola.net (23 Mei 2026), karena cara membaca klasemen liga indonesia tidak berhenti di poin: rekor pertemuan langsung datang sebelum selisih gol. Panduan ini membahas arti tiap kolom, urutan penentu sesuai pasal, contoh hitungan, serta zona juara dan degradasi.
Cara Membaca Kolom Klasemen Liga Indonesia

Tabel resmi di laman klasemen I.League memuat kolom Posisi, Klub, Main, Menang, Seri, Kalah, GF, GA, GD, Poin, Form, dan Selanjutnya. Singkatannya campuran bahasa Inggris, jadi baca dengan urutan berikut.
- Periksa kolom Main lebih dulu, karena jumlah laga tiap klub bisa berbeda akibat laga tunda.
- Cocokkan Menang, Seri, dan Kalah dengan Poin: menang bernilai 3, seri 1, kalah 0 sesuai Pasal 7 ayat 3 regulasi.
- Baca GF sebagai gol memasukkan dan GA sebagai gol kemasukan.
- Hitung GD atau selisih gol dengan rumus GF minus GA; angka negatif berarti klub lebih sering kebobolan.
- Pakai Form untuk melihat lima hasil terakhir, bukan untuk menentukan peringkat.
- Cek kolom Selanjutnya sebagai langkah terakhir, agar tahu lawan berikutnya dan peluang posisi bergeser.
Media lokal kerap memakai versi Indonesia, misalnya SG untuk selisih gol serta GM dan GK untuk gol memasukkan dan kemasukan. Artinya sama, hanya labelnya yang berbeda.
Kolom Main paling sering terlewat. Padahal, kolom itulah yang menjelaskan kenapa klub peringkat lima kadang lebih berbahaya daripada klub peringkat tiga.
Terapkan Urutan Tiebreak Pasal 7

Pasal 7 ayat 4 huruf b Regulasi BRI Super League 2025/26 mengatur penentu peringkat saat dua klub atau lebih punya poin sama. Kompetisi ini dulu bernama Liga 1, sehingga aturan tiebreak Liga 1 yang sering orang cari kini merujuk ke dokumen tersebut.
- Bandingkan poin dari laga antarklub yang sama poin saja, inilah inti head-to-head.
- Bandingkan selisih gol dari laga antarklub itu jika poinnya masih sama.
- Lanjutkan ke jumlah gol memasukkan dalam laga antarklub yang sama.
- Ulangi tiga kriteria tadi khusus untuk klub yang masih sama, biasanya saat tiga klub atau lebih terlibat.
- Batalkan seluruh hitungan head-to-head bila tetap buntu, lalu pakai selisih gol semua laga.
- Pakai jumlah gol memasukkan dari semua laga setelah itu.
- Bandingkan nilai fair play berikutnya; klub dengan poin kartu paling kecil berada di atas.
- Serahkan hasil akhir ke undian I.League sebagai jalan terakhir.
Lampiran 1 memberi bobot 1 poin untuk kartu kuning, 3 poin untuk kartu merah langsung maupun akumulasi, serta 4 poin untuk kuning yang berlanjut merah langsung. Selain itu, hukuman Komite Disiplin PSSI ikut masuk hitungan fair play.
Pasal yang sama memuat syarat yang sering terlewat. Urutan head-to-head berlaku bila klub terkait punya poin, jumlah laga, dan jumlah pertemuan yang sama; regulasi juga tidak menyediakan laga play-off penentu juara atau degradasi.
Hitung Contoh Dua Tim Sama Poin

Kasus nyata paling jelas terjadi pada Mei 2026. Menurut Bola.net, Persib menang 3-1 atas Borneo FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, lalu imbang 1-1 di Stadion Segiri.
Jadi, poin pertemuan langsung Persib 4, sedangkan Borneo hanya 1. Kriteria pertama sudah memisahkan keduanya, sehingga selisih gol total tidak lagi berperan.
Sekarang coba kasus yang lebih rumit dengan angka fiktif. Simulasi ini memakai Tim A dan Tim B yang sama-sama mengoleksi 40 poin setelah 30 laga.
Kriteria (simulasi) Tim A Tim B Hasil Total poin 40 40 Sama Poin head-to-head 3 3 Sama Selisih gol head-to-head 0 0 Sama Gol head-to-head 2 2 Sama Selisih gol semua laga +6 +14 Tim B unggul
Dalam simulasi tersebut, Tim A menang 2-1 di kandang, lalu kalah 0-1 saat tandang. Akibatnya, semua kriteria pertemuan langsung imbang, dan Tim B naik karena selisih gol keseluruhannya lebih besar.
Bagaimana jika tiga klub sama poin? Buat klasemen mini dari enam laga di antara mereka saja. Misalnya Tim C memimpin klasemen mini, maka Tim C di atas, lalu langkah keempat berlaku untuk dua klub sisanya.
Cek Zona Juara, Asia, dan Degradasi

Aturan juara dan degradasi Super League tertulis singkat. Pasal 7 ayat 6 menetapkan peringkat 1 klasemen akhir sebagai juara, sementara ayat 7 mengirim peringkat 16, 17, dan 18 ke Championship musim berikutnya.
Sebaliknya, jatah Asia tidak memakai angka tetap di regulasi liga. Pasal 7 ayat 5 hanya menyebut pembagian proporsional dari peringkat teratas, mengikuti ketentuan PSSI, AFC, dan lisensi klub AFC.
Pada praktiknya, menurut pemberitaan Suara.com dan RRI, Persib sebagai juara 2025/26 menempuh play-off AFC Champions League Two lalu lolos ke fase grup. Sementara itu, Borneo FC langsung masuk fase grup AFC Challenge League; keduanya juga tampil di ASEAN Club Championship, menurut IDN Times.
Bagi klub, satu peringkat berarti beda kalender dan pemasukan. Tiket Asia menambah laga kandang yang bisa menjual tiket, sedangkan degradasi memangkas panggung bagi sponsor. Jadwal regional pun makin padat, misalnya laga Persib kontra Port FC di ASEAN Club Championship.
Pantau Perubahan Klasemen Tanpa Laga
Tabel bisa bergeser walau tidak ada pertandingan malam itu. Regulasi 2025/26 memuat beberapa pemicunya.
- Laga tunda: per 14 Oktober 2026, tabel resmi I.League masih memuat klub dengan jumlah main berbeda, sehingga posisi bisa berubah setelah laga susulan.
- Tidak hadir: klub yang absen di kota atau stadion pertandingan kalah 0-3 (Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 6).
- Menolak melanjutkan laga: lawan menang 3-0, atau skor saat laga berhenti bila selisihnya lebih besar (Pasal 30).
- Pemain tidak sah: pelanggaran penetapan pemain bisa berbuah kekalahan 0-3 (Pasal 44).
- Klub mundur: semua hasil laganya batal, termasuk poin dan gol lawannya (Pasal 9).
Contohnya pernah menimpa PSM Makassar pada Desember 2024. Menurut Kompas TV, Komdis PSSI mengubah kemenangan 3-2 atas Barito Putera menjadi kekalahan 0-3 karena PSM sempat memainkan 12 pemain.
Tapi bukankah regulasi 2026/27 bisa berbeda? Bisa saja. Sampai 14 Oktober 2026, kami belum menemukan PDF regulasi musim berjalan yang terbuka untuk publik, jadi nomor pasal di sini mengacu ke edisi 2025/26.
Beda Super League, AFC, dan Premier League
Jawaban untuk pertanyaan “selisih gol atau head to head” ternyata bergantung pada kompetisinya. Tabel ini merangkum urutan resmi ketiganya.
Urutan ke- Super League AFC Champions League Two Premier League 1 Poin head-to-head Head-to-head: poin Selisih gol total 2 Selisih gol head-to-head Head-to-head: selisih gol Gol total 3 Gol head-to-head Head-to-head: gol Head-to-head, khusus posisi penting 4 Ulang untuk klub sisa Ulang khusus klub sisa Play-off netral, khusus posisi penting 5 Selisih gol total Total selisih gol – 6 Gol total Total gol – 7 Fair play Adu penalti, syarat khusus – 8 Undian Fair play, lalu undian –
AFC menulis urutannya di Pasal 8.3.2 regulasi AFC Champions League Two 2026/27. Adu penalti hanya terjadi bila dua klub masih sama dan saling bertemu di laga grup terakhir.
Sebaliknya, laman resmi Premier League (2021) menjelaskan bahwa selisih gol datang lebih dulu. Pertemuan langsung dan play-off baru berlaku bila posisi itu menentukan juara, degradasi, atau tiket Eropa.
Pola AFC itu penting bagi klub Indonesia yang tampil di Asia. Sementara itu, tim nasional punya regulasi turnamen tersendiri, termasuk di Piala Asia 2027.
Sobat Kolabora, di Super League poin membuka pintu, tetapi rekor pertemuan langsung memegang kuncinya. Selisih gol baru bicara setelah keduanya buntu.





