kolabora.id – Kabar soal harga BBM Pertamina Oktober 2026 sudah jelas: PT Pertamina Patra Niaga tidak mengubah harga pada 1 Oktober 2026, sehingga tarif September masih berlaku hingga Kamis, 8 Oktober 2026. Jadi, Pertalite tetap Rp10.000, Pertamax Rp15.950, dan Biosolar Rp6.800 per liter di Jawa.
Selain itu, tabel resmi di situs Pertamina Patra Niaga juga masih bertanda “update per tanggal 2 September 2026”. Sementara itu, CNBC Indonesia melaporkan bahwa BBM subsidi tetap tidak naik sampai akhir 2026, sesuai kebijakan pemerintah.
Daftar Harga BBM Pertamina di Jawa

Harga berikut berlaku di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, sedangkan wilayah lain ada di bagian berikutnya. Lalu, seluruh angkanya kami kutip dari tabel harga resmi Pertamina Patra Niaga yang kami cek pada 8 Oktober 2026.
| Jenis BBM | Status | Harga per liter |
|---|---|---|
| Pertalite (RON 90) | Subsidi | Rp10.000 |
| Biosolar | Subsidi | Rp6.800 |
| Pertamax (RON 92) | Nonsubsidi | Rp15.950 |
| Pertamax Green 95 | Nonsubsidi | Rp19.150 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | Nonsubsidi | Rp19.600 |
| Dexlite | Nonsubsidi | Rp23.700 |
| Pertamina Dex | Nonsubsidi | Rp25.200 |
Di samping itu, Pertamax di Pertashop wilayah Jawa dijual Rp15.850 per liter, lebih murah Rp100 daripada di SPBU. Sedangkan harga di Bali, NTB, dan NTT sama dengan Jawa, kecuali Pertamax Green 95 yang belum tersedia.
Harga Pertamax di Luar Jawa
Pada dasarnya, BBM subsidi dijual dengan harga sama di seluruh provinsi. Sebaliknya, harga BBM nonsubsidi berbeda menurut wilayah karena besaran pajak daerahnya tidak sama.
| Wilayah | Pertamax | Pertamax Turbo | Dexlite | Pertamina Dex |
|---|---|---|---|---|
| Jawa, Bali, NTB, NTT | Rp15.950 | Rp19.600 | Rp23.700 | Rp25.200 |
| Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung, Kalimantan (kecuali Kaltara), Sulawesi | Rp16.300 | Rp20.000 | Rp24.200 | Rp25.750 |
| Sumbar, Riau, Kepri, Kaltara | Rp16.650 | Rp20.450 | Rp24.750 | Rp26.300 |
| FTZ Batam | Rp15.150 | Rp18.550 | Rp22.500 | Rp23.950 |
Selanjutnya, di Maluku, Maluku Utara, dan enam provinsi Papua, Pertamax juga Rp16.300 dan Dexlite Rp24.200. Meski begitu, Pertamax Turbo atau Pertamina Dex belum dijual di sebagian provinsi itu.
Kenaikan Terakhir Sebelum Oktober
Sebelumnya, perubahan terakhir terjadi pada 1 September 2026. Kala itu, menurut CNBC Indonesia, empat produk nonsubsidi naik, sedangkan Pertamax, Pertalite, dan Solar subsidi tidak berubah.
| Produk | Agustus 2026 | Sejak 1 September 2026 | Selisih |
|---|---|---|---|
| Pertamax Turbo | Rp18.300 | Rp19.600 | +Rp1.300 |
| Pertamax Green 95 | Rp16.600 | Rp19.150 | +Rp2.550 |
| Dexlite | Rp19.700 | Rp23.700 | +Rp4.000 |
| Pertamina Dex | Rp21.150 | Rp25.200 | +Rp4.050 |
Akibatnya, pemilik kendaraan diesel paling merasakan beban. Bahkan, Dexlite kini naik sekitar 20% dibanding Agustus.
Simulasi Hitung Biaya Isi BBM
Misalnya, mobil yang mengisi 30 liter Pertamax di Jakarta membayar 30 × Rp15.950 = Rp478.500. Sebaliknya, dengan Pertalite cukup 30 × Rp10.000 = Rp300.000, sehingga selisihnya Rp178.500 per pengisian.
Sementara itu, usaha yang memakai mobil boks Dexlite 100 liter per minggu kini menanggung tambahan Rp400.000 per minggu dibanding Agustus, yakni 100 × Rp4.000. Karena itu, kami menilai pelaku UMKM perlu menghitung ulang ongkos kirim sekarang, bukan menunggu kenaikan berikutnya.
Meski begitu, ada yang bertanya mengapa tidak beralih saja ke Pertalite. Jawabannya, Pertalite adalah BBM subsidi dengan aturan penyaluran tersendiri, dan mesin tertentu memang dirancang untuk oktan lebih tinggi. Jadi, pilihan BBM sebaiknya mengikuti buku manual kendaraan.
Selain itu, bagi yang terbiasa membayar kebutuhan rutin dengan cicilan, perhatikan juga syarat paylater terbaru dari OJK sebelum menambah tagihan bulanan.
Harga Subsidi Tetap Sampai Akhir Tahun
Biasanya, Pertamina mengumumkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada awal bulan. Oleh karena itu, peluang perubahan berikutnya ada pada awal November 2026.
Sementara untuk BBM subsidi, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, kepada CNBC Indonesia menegaskan harganya tetap sampai akhir 2026. Dengan begitu, selama kebijakan itu tidak diubah, harga Pertalite dan Biosolar bertahan hingga Desember 2026.
Jadi, Sobat Kolabora, simpan tabel di atas sebagai patokan, lalu cocokkan dengan papan harga di SPBU sebelum membayar.



2 Komentar