Mobil Listrik atau Hybrid: Hitung Biaya 5 Tahun

Toyota Yaris Cross S HEV GR putih terparkir di area paving
Toyota Yaris Cross S HEV GR, SUV kompak hybrid yang dijual di Indonesia, terparkir di area terbuka. Foto: Nathanferdinand/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Kolabora.id – Untuk 15.000 km per tahun di Jakarta, mobil listrik yang mengisi daya di garasi bisa lebih murah sekitar Rp54 juta dalam lima tahun dibanding hybrid sekelas. Sebagai contoh, hitungan redaksi ini membandingkan BYD Atto 3 seharga Rp415 juta dengan Toyota Yaris Cross 1.5 G Hybrid seharga Rp399 juta.

Namun, syaratnya dua: pembebasan PKB mobil listrik di Jakarta berlanjut, dan harga jual kembali belum masuk hitungan. Karena itu, kami membuka semua asumsi supaya kamu bisa mengganti angkanya sebelum memutuskan mobil listrik atau hybrid.

Bacaan Lainnya

Asumsi Hitungan Mobil Listrik atau Hybrid

Kami memilih dua SUV kompak dengan selisih harga tipis agar adil. Selain itu, semua harga adalah harga OTR Jakarta dari situs resmi pabrikan.

  • Jarak tempuh 15.000 km per tahun, sehingga totalnya 75.000 km.
  • Hybrid: Toyota Yaris Cross 1.5 G Hybrid EV CVT, Rp399.000.000 menurut daftar harga Toyota Astra Motor per 1 Juli 2026.
  • Listrik: BYD Atto 3 Advanced-Plus, baterai 49,92 kWh, jarak 410 km (NEDC), Rp415.000.000.
  • Konsumsi hybrid 20 km per liter Pertamax, terutama untuk rute kota (asumsi redaksi).
  • Konsumsi listrik 15 kWh per 100 km, juga asumsi redaksi.
  • Terakhir, pembelian tunai tanpa diskon dan tanpa nilai jual kembali.

Toyota Astra Motor tidak mencantumkan konsumsi BBM resmi Yaris Cross Hybrid. Klaim 30 km per liter saat peluncuran 2023 berasal dari uji internal Toyota di Jepang.

Sementara itu, GridOto melaporkan 22–24 km per liter di dalam kota. Kami memasang 20 km per liter karena jalanan Jakarta jarang seramah lintasan uji.

Untuk Atto 3, angka NEDC-nya setara 12,2 kWh per 100 km. Jadi, 15 kWh sudah memberi ruang untuk macet, AC, dan rugi pengisian.

Satu catatan: harga Atto 3 di situs BYD masih bertanggal 21 Mei 2025. Cek harga diler sebelum membeli.

Rumus Biaya 5 Tahun

Total biaya lima tahun = harga OTR + energi + pajak tahunan + servis berbayar. Harga OTR lazimnya sudah mencakup BBNKB dan PKB tahun pertama, tetapi rinciannya bisa berbeda antardiler.

Karena itu, kami menghitung pajak tahunan untuk tahun kedua sampai kelima. Rumus energinya sederhana:

  • Hybrid: jarak ÷ km per liter × harga Pertamax. Contohnya 15.000 ÷ 20 × Rp15.950 = Rp11.962.500 per tahun.
  • Listrik: jarak × kWh per km × tarif. Contohnya 15.000 × 0,15 × Rp1.699,53 = Rp3.823.943 per tahun.

Selanjutnya, servis. Program T-CARE Toyota menanggung jasa dan suku cadang sampai servis ketujuh, maksimal 3 tahun atau 60.000 km.

Sementara itu, BYD memberi free maintenance 4 tahun atau 60.000 km, termasuk untuk Atto 3.

Kami tidak menemukan tarif servis resmi per interval di situs keduanya. Jadi, kami memasang asumsi Rp2 juta untuk tiap tahun berbayar.

Biaya Energi Hybrid vs Listrik

Konektor pengisian daya di unit charger umum dengan mobil terparkir di belakangnya
Konektor charger di stasiun pengisian umum; tarif per kWh menentukan ongkos energi harian. Foto: engin akyurt/Unsplash (Unsplash License)

Pada hybrid, bensin menjadi pos terbesar. Pertamax di Jawa seharga Rp15.950 per liter sejak 2 September 2026, sesuai catatan harga BBM Pertamina Oktober 2026.

Untuk listrik rumah, kami memakai tarif golongan 3.500 VA ke atas, Rp1.699,53 per kWh. Pelanggan 1.300–2.200 VA membayar lebih murah, Rp1.444,70 per kWh.

Skema EnergiBiaya per KmPer TahunLima Tahun
Hybrid + PertamaxRp798Rp11,96 jutaRp59,81 juta
Charger rumah 3.500 VARp255Rp3,82 jutaRp19,12 juta
Diskon malam HCS 30%Rp178Rp2,68 jutaRp13,38 juta
SPKLU fast charging penuhRp477Rp7,16 jutaRp35,79 juta
Biaya energi untuk 15.000 km per tahun, hitungan redaksi dengan tarif per 9 Oktober 2026.

Skema SPKLU memakai tarif maksimal Rp2.467 per kWh plus biaya layanan Rp25.000 per sesi 35 kWh. Adapun diskon 30% berlaku bagi pelanggan Home Charging Services PLN pukul 22.00–05.00.

Rincian per golongan ada di hitungan biaya charging mobil listrik di rumah vs SPKLU. Hingga 9 Oktober 2026, kami belum menemukan pengumuman tarif triwulan IV dari Kementerian ESDM.

Membandingkan biaya isi penuh sering menyesatkan. Yang relevan adalah biaya per km: SPKLU masih sekitar 60% dari bensin hybrid, sedangkan charger rumah hanya sepertiganya.

Pajak Tahunan EV vs Hybrid

Setelah energi, pajak menjadi pembeda kedua. Di Jakarta, PKB kepemilikan pertama bertarif 2% menurut Pasal 7 Perda DKI 1/2024, tanpa opsen.

Untuk Yaris Cross Hybrid, kami memakai NJKB tipe HV CVT TSS di Permendagri 8/2024, yaitu Rp329 juta, kali bobot 1,050. Hasilnya, dasar pajak Rp345,45 juta.

Jadi, PKB-nya sekitar Rp6.909.000 per tahun, atau Rp27,64 juta untuk tahun kedua sampai kelima. Tipe itu kemungkinan setara varian S, sehingga anggap angka ini batas atas.

Sebaliknya, mobil listrik di Jakarta bebas 100% PKB dan BBNKB sepanjang 2026. Masalahnya, Permendagri 11/2026 membuat pembebasan itu tidak lagi otomatis.

Pasal 19 ayat (1) menyerahkan insentif kepada tiap pemerintah daerah. Latar aturannya kami rangkum di panduan mobil listrik di Indonesia.

Lalu bagaimana kalau kamu tinggal di Bekasi atau Surabaya? Jujur saja, kami belum memeriksa kebijakan tiap provinsi, jadi cek Bapenda setempat.

Sebagai patokan, setiap Rp1 juta PKB tahunan yang muncul nanti menambah hingga Rp4 juta pada total lima tahun. Insentif PPN DTP 2025 juga sudah berakhir 31 Desember 2025.

Pada Mei 2026, Menkeu saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa, menyiapkan PPN DTP 40–100% khusus mobil listrik berbasis baterai. Hybrid tidak termasuk.

Skema itu kemudian tertunda. Hingga 9 Oktober 2026, kami belum menemukan PMK pelaksananya di era Menkeu Suahasil Nazara.

Garansi Baterai dan Nilai Jual Kembali

Ruang mesin Toyota Yaris Hybrid GR Sport dengan kap terbuka
Ruang mesin Toyota Yaris Hybrid: mesin bensin berdampingan dengan komponen sistem hybrid bertegangan tinggi. Foto: Acgskup/Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

Soal baterai, kedua mobil masih bergaransi selama lima tahun pertama, asalkan syarat servis resmi terpenuhi.

Menurut halaman garansi BYD Indonesia, baterai traksi bergaransi 8 tahun atau 160.000 km, atau sampai kesehatan baterai (SOH) di bawah 70%. Garansi kendaraannya 6 tahun atau 150.000 km.

Sementara itu, garansi standar Toyota 3 tahun atau 100.000 km bisa bertambah hingga 6 tahun atau 160.000 km lewat T-CARE Xtra. Untuk baterai hybrid, diler resmi Auto2000 menyebut 8 tahun atau 160.000 km.

Halaman BYD tidak menyebut apakah garansi baterai pindah ke pemilik kedua. Karena itu memengaruhi harga jual, tanyakan secara tertulis ke diler.

Namun, nilai jual kembali adalah titik lemah mobil listrik. Daddy Doxa Manurung, Presiden Direktur Balai Lelang Serasi (IBID), menyebut mobil listrik bekas di lelang bisa turun 35–45% pada tahun pertama.

Pedagang yang Kompas wawancarai juga menyebut Hyundai Ioniq 5 tahun 2023 turun ke Rp350–400 juta pada September 2026. Akhir 2025, harganya masih Rp425–475 juta.

Adapun angka susut lima tahun yang sering beredar, mobil listrik 57,2% dan hybrid 35,4%, sebenarnya data pasar Amerika Serikat dari iSeeCars.

Kalau pola itu terjadi di sini, Atto 3 tersisa sekitar Rp178 juta dan Yaris Cross Hybrid sekitar Rp258 juta. Dalam ilustrasi itu, hybrid justru lebih murah sekitar Rp26 juta.

Tabel Total Biaya dan Titik Impas

Tabel ini merangkum hitungan redaksi untuk 15.000 km per tahun di Jakarta, sebelum nilai jual kembali.

KomponenYaris Cross G HybridBYD Atto 3 Advanced-Plus
Harga OTR JakartaRp399 jutaRp415 juta
Energi lima tahunRp59,81 jutaRp19,12 juta (rumah)
PKB tahun kedua–kelimaRp27,64 jutaRp0 bila DKI tetap membebaskan
Servis berbayarRp4 jutaRp2 juta
Total lima tahunRp490,45 jutaRp436,12 juta
Garansi baterai8 tahun/160.000 km8 tahun/160.000 km atau SOH 70%
Program servis gratis3 tahun/60.000 km4 tahun/60.000 km
Total biaya lima tahun di Jakarta sebelum nilai jual kembali, hitungan redaksi.

Jarak tempuh mengubah hasilnya. Pada 10.000 km per tahun, selisihnya Rp40,76 juta, sedangkan pada 25.000 km per tahun sekitar Rp79 juta.

Dari sisi energi saja, selisih harga beli Rp16 juta tertutup setelah sekitar 29.500 km. Itu kira-kira dua tahun pemakaian dengan pengisian di rumah.

Jika hybrid benar-benar mencapai 30 km per liter, titik impasnya mundur ke sekitar 57.800 km. Bila hybrid mencapai 30 km per liter dan semua pengisian lewat SPKLU, penghematan tinggal Rp54 per km.

Akibatnya, titik impas baru tercapai sekitar 294.000 km, sehingga jauh di luar horizon lima tahun.

Pilih Listrik atau Hybrid Sesuai Pola Pakai

Lalu lintas mobil dan motor di jalan multilajur Jakarta, gambaran pola pakai saat memilih mobil listrik atau hybrid
Lalu lintas jalan multilajur di kawasan perkantoran Jakarta; jarak harian menentukan pilihan mesin. Foto: Afif Ramdhasuma/Unsplash (Unsplash License)

Pasar sendiri sedang condong ke mobil listrik. Menurut data Gaikindo versi Detik, wholesales mobil listrik berbasis baterai mencapai 17.413 unit dan hybrid 7.667 unit pada Agustus 2026.

Mobil listrik cenderung lebih cocok bila:

  • ada akses charger di rumah atau kantor, terutama untuk pengisian malam;
  • rute harian rutin di dalam kota, apalagi di atas 40 km per hari;
  • rencana pemakaian lebih dari lima tahun, sehingga harga jual kurang berpengaruh.

Hybrid cenderung lebih cocok bila:

  • tempat tinggalmu apartemen atau rumah tanpa akses charger;
  • perjalanan luar kota sering melewati rute yang jarang SPKLU;
  • kebiasaanmu berganti mobil tiap 3–5 tahun, karena data AS menunjukkan hybrid lebih tahan harga.

Hybrid Tidak Perlu Dicas

Yaris Cross Hybrid memakai mesin bensin 1.496 cc dan baterai lithium-ion yang terisi sendiri saat mobil berjalan. Jadi, kamu cukup mengisi Pertamax ke tangki 36 liter.

Tanpa Charger di Rumah

Tanpa charger rumah, selisih biaya energi menyempit menjadi sekitar Rp24 juta dalam lima tahun. Pada kondisi itu, keunggulan mobil listrik terlalu bergantung pada pembebasan PKB dan harga jual.

Sobat Kolabora, mobil listrik unggul di ongkos jalan, sedangkan hybrid cenderung unggul di harga jual kembali. Masukkan jarak tempuhmu sendiri ke rumus di atas sebelum menandatangani SPK.

Tari Ismayah
Ditulis oleh

Tari Ismayah

Perempuan asli Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *