kolabora.id – Mobil Tesla Roadster jadi perbincangan karena Tesla memamerkannya melayang di udara pada Kamis, 15 Oktober 2026. Mobil sport listrik itu memakai thruster gas dingin bertekanan tinggi, bukan sayap atau baling-baling. Kemampuan terbang hanya ada di varian Rocket, dan menurut situs resmi Tesla, varian ini belum mendapat persetujuan untuk jalan raya.
Sehari kemudian, perusahaan rintisan mobil terbang Alef Aeronautics membalas lewat video penerbangannya sendiri. Menurut laporan Kompas.com pada 20 Oktober 2026, pertukaran itu membuat topik Roadster kembali naik setelah hampir sembilan tahun tertunda.
Fakta Demo 15 Oktober di Texas

Tesla menggelar acaranya di luar ruangan dekat Waco, Texas, Amerika Serikat. Menurut laporan TechCrunch, Roadster memanjat lintasan terbalik, berputar, lalu mendarat di aspal.
Selain itu, dalam demo yang sama, mobil itu juga melompati Cybercab, Cybertruck, Tesla Semi, Model Y, dan Model 3 sambil melaju. Namun, semua aksi itu adalah pertunjukan pabrikan, bukan uji independen terhadap mobil konsumen.
Tiga Varian Mobil Tesla Roadster
Halaman resmi Tesla Roadster membagi mobil ini ke dalam tiga varian. Sementara itu, angka reservasi di tabel berasal dari situs pemesanan yang Tesla tampilkan saat acara, menurut TechCrunch.
Varian Kursi Fitur pembeda Status Reservasi Performance 2 Aerodinamika aktif, sistem isap multimode “Road ready” US$50.000 Thrust 2 Thruster gas dingin di belakang, 0–60 mph di bawah 1 detik “Race ready”, rilis terbatas US$250.000 Rocket 1 Thruster di sekeliling bodi, bisa melayang Undangan saja, tidak untuk jalan raya Tanpa reservasi umum
Tesla juga menampilkan jarak tempuh 300 mil (sekitar 480 km) dan kecepatan puncak di atas 230 mph, menurut TechCrunch. Namun, Tesla belum mengumumkan harga jual resminya.
Cara Roadster Bisa Terbang

Pada dasarnya, ada dua sistem yang bekerja. Pertama, kipas dan penyekat bawah menyedot udara dari kolong mobil. Situs Tesla mengklaim daya isapnya cukup untuk menahan mobil terbalik, bahkan saat diam.
Kedua, thruster gas dingin dengan aktuator listrik memberi dorongan presisi untuk menstabilkan mobil di udara. Menurut laporan TechCrunch, 600 liter udara bertekanan disalurkan ke 10 thruster. Tesla menyebut tabung bertekanan berbalut serat karbon (COPV) mengisi setiap ruang kosong di bodi mobil.
Jadi, fakta di lapangan lebih mirip lompatan dan melayang singkat ketimbang terbang jauh. Bahkan, Tesla tidak menyebut durasi maupun ketinggian terbangnya.
Alef Membalas: Sudah 11 Tahun
Pada 16 Oktober 2026, Alef Aeronautics mengunggah video di X sambil menandai Tesla dan Elon Musk. Menurut Kompas.com, video itu memperlihatkan purwarupa Alef lepas landas vertikal, melintasi empat kendaraan, lalu mendarat.
Alef, yang berdiri pada 2015 di California, menyebut itu penerbangan tercatat ke-1.000. Selain itu, Alef mengklaim Model A mampu menempuh 200 mil di jalan dan 110 mil di udara, angka target pabrikan sejak 2023.
Alef juga mengantongi Special Airworthiness Certificate dari FAA pada Juli 2023. Meski begitu, sertifikat itu hanya berlaku untuk uji dan pengembangan terbatas, bukan izin terbang bebas sehari-hari.
Target Produksi 2028 dan Riwayat Molor

Musk menyebut Tesla akan membuat Roadster pada 2028, menurut TechCrunch. Tesla belum memberi jaminan tanggal serah terima ke pembeli.
Catatan jadwalnya memang panjang. Tesla pertama kali memperkenalkan Roadster generasi kedua pada 2017 dengan janji produksi 2020. Setelah itu, jadwalnya mundur berkali-kali, termasuk dari 1 Oktober ke 15 Oktober 2026 karena cuaca di lokasi acara terbuka.
Musk sendiri mengakui mobil ini kemungkinan tidak banyak menggerakkan pendapatan Tesla. Bagi kami, itu menegaskan Roadster lebih berfungsi sebagai etalase teknologi daripada produk volume.
Peluang Roadster Masuk Indonesia
Untuk pembeli di Indonesia, jalurnya masih panjang. Tesla belum punya agen pemegang merek (APM) di sini, sehingga unitnya selama ini masuk sebagai CBU lewat importir umum, menurut Tirto.
Artinya, tidak ada diler maupun bengkel resmi pabrikan. Di sisi lain, varian Rocket pun sudah dinyatakan Tesla tidak untuk jalan raya, sehingga peluang registrasinya di sini praktis tertutup.
Kalau kamu sedang mengincar mobil listrik yang realistis, peta harga, pajak, dan insentifnya ada di panduan mobil listrik Indonesia. Ongkos rutin setelah membeli juga bisa dicek di ulasan biaya perawatan mobil listrik.
Yang Perlu Dipantau Berikutnya
Ada tiga hal yang akan menentukan apakah demo ini lebih dari sekadar tontonan: harga jual resmi, izin regulator untuk varian Rocket, dan apakah target 2028 benar-benar dipegang.





