kolabora.id – Berapa sebenarnya ongkos servis mobil listrik setahun dibanding mobil bensin?
Secara ringkas, menurut data bengkel resmi Wuling, biaya perawatan mobil listrik per tahun sekitar Rp550 ribu–Rp900 ribu untuk pemakaian 15.000 km. Sebagai pembanding, mobil bensin Wuling Cortez mencapai sekitar Rp1,34 juta, bahkan dengan harga 2019 dan jasa gratis.
Namun, angka itu adalah simulasi Kolabora, bukan tarif resmi tunggal. Sebab, belum ada daftar biaya servis nasional, dan Hyundai maupun Wuling kini tidak memajang tabel harga di situsnya. Karena itu, kami mencantumkan tahun data di setiap angka.
Selisih Biaya Servis dan Asal Angkanya
Pada dasarnya, pembanding paling adil adalah dua mobil dari model yang sama. Menurut estimasi Wuling dalam laporan GridOto April 2026, Eksion EV butuh sekitar Rp3,3 juta untuk servis sampai 55.000 km. Sementara itu, Eksion PHEV yang masih bermesin bensin butuh sekitar Rp14,2 juta sampai 42.500 km.
Artinya, per 10.000 km versi listrik menghabiskan sekitar Rp600 ribu dan versi PHEV sekitar Rp3,34 juta. Dengan kata lain, ongkos servis versi PHEV kira-kira 5,6 kali lipat versi listriknya. Tentu saja, PHEV lebih mahal karena pemiliknya merawat mesin dan sistem listrik sekaligus.
Lalu, bagi Sobat Kolabora yang membandingkan dengan mobil bensin murni, selisihnya lebih kecil, tetapi tetap nyata. Selain itu, hitungan ini tidak menyentuh biaya energi, yang sudah kami hitung terpisah di ulasan biaya charging mobil listrik.
Komponen yang Hilang di Mobil Listrik

Secara umum, penghematan terbesar datang dari barang yang memang tidak ada. Karena tidak punya mesin pembakaran, mobil listrik murni tidak memerlukan oli mesin, filter oli, busi, filter bensin, dan filter udara mesin.
Sebagai contoh, lihat Wuling Cortez 1.8 bensin. Menurut rincian bengkel resmi Wuling Lippo Cikarang dalam laporan GridOto Maret 2019, bengkel mengganti oli mesin dan filter oli di setiap servis. Selain itu, bengkel juga mengganti busi, filter bensin, dan coolant pada 40.000 km dan 80.000 km.
Akibatnya, servis 80.000 km Cortez saja menelan Rp1.687.999. Sebaliknya, manajer teknis purnajual Wuling menyebut Air ev hanya mengganti tiga barang saat servis berkala, yaitu oli diferensial, filter AC, dan minyak rem (GridOto, Agustus 2022).
Komponen yang Tetap Perlu Dirawat
Walau begitu, mobil listrik tidak bebas perawatan. Rem, ban, kaki-kaki, kabin, dan sistem pendingin baterai tetap masuk daftar periksa. Karena itu, tabel berikut merangkum perbedaannya menurut jadwal produsen.
Komponen Mobil bensin Mobil listrik Oli mesin dan filter oli Ganti tiap servis Tidak ada Busi dan filter bensin Ganti berkala (Cortez: 40.000 km) Tidak ada Oli transmisi atau gardan Ganti berkala Oli reducer atau diferensial Cairan pendingin Untuk mesin Untuk baterai dan motor Minyak rem dan filter kabin Ganti berkala Ganti berkala Kampas rem, ban, aki 12 volt Periksa, ganti saat aus Periksa, ganti saat aus
Pada BinguoEV, misalnya, bengkel mengganti oli reducer, filter AC, coolant, dan minyak rem, menurut detikOto (Januari 2024). Di samping itu, aki 12 volt tetap ada di mobil listrik. Bahkan, Hyundai Indonesia memberi garansi aki 12V tersendiri selama 24 bulan atau 40.000 km.
Jadwal Servis Berkala Menurut Produsen
Sebenarnya, interval servis tiap merek berbeda, jadi buku panduan pemilik tetap menjadi acuan utama. Contohnya, situs perawatan Hyundai Indonesia menetapkan servis setiap 15.000 km atau 1 tahun untuk pemakaian normal. Namun, halaman itu tidak memisahkan interval khusus mobil listrik.
Sebaliknya, Wuling memakai interval yang lebih rapat. Menurut tabel GridOto 2022, Air ev menjalani servis pertama di 5.000 km, lalu setiap 10.000 km. Sementara itu, menurut detikOto, jadwal BinguoEV jatuh di 5.000 km, 15.000 km, 25.000 km, dan seterusnya.
Untuk gambaran item per jadwal, Hyundai Selandia Baru menerbitkan jadwal resmi IONIQ 5. Menurut dokumen itu, filter kabin dan minyak rem perlu ganti tiap 30.000 km atau 24 bulan. Adapun coolant sistem tegangan tinggi, menurut jadwal yang sama, baru perlu ganti mulai 60.000 km. Meski begitu, jadwal ini berlaku untuk pasar Selandia Baru, bukan Indonesia.
Simulasi Biaya per 10.000 Km
Secara teknis, rumus kami sederhana: total biaya servis sampai jarak tertentu dibagi jarak itu, lalu dikali jarak tempuh setahun. Dalam simulasi ini, kami memakai asumsi 15.000 km per tahun.
Sebagai contoh, untuk Air ev: Rp3.912.000 ÷ 100.000 km × 15.000 km = Rp586.800 per tahun. Dengan cara yang sama, kami menghitung empat model lain di grafik dan tabel berikut.

Model (tahun data) Penggerak Total servis Per 10.000 km Simulasi per tahun BinguoEV (2024) Listrik Rp3.837.000 s.d. 105.000 km Rp365.400 Rp548.100 Air ev (2022) Listrik Rp3.912.000 s.d. 100.000 km Rp391.200 Rp586.800 Eksion EV (2026) Listrik ±Rp3,3 juta s.d. 55.000 km Rp600.000 Rp900.000 Cortez 1.8 (2019) Bensin Rp8.909.203 s.d. 100.000 km Rp890.900 Rp1.336.400 Eksion PHEV (2026) Bensin + listrik ±Rp14,2 juta s.d. 42.500 km Rp3.341.200 Rp5.011.800
Meski begitu, ada tiga catatan penting dari tabel ini. Pertama, angka Air ev sudah memuat jasa tetapi belum PPN, sedangkan angka Cortez sudah memuat PPN 10%. Kedua, Cortez mendapat jasa servis gratis sampai 50.000 km, sehingga biaya bensin sebenarnya lebih tinggi daripada tabel.
Ketiga, harga Cortez berasal dari 2019. Oleh karena itu, selisih sekitar Rp750 ribu per tahun antara Air ev dan Cortez sebaiknya dibaca sebagai batas bawah, bukan janji penghematan. Menurut kami, data model kembar seperti Eksion lebih layak menjadi patokan.
Garansi Baterai dan Program Servis Gratis

Pada tahun-tahun awal, biaya servis bisa nol berkat program gratis. Akan tetapi, cakupan dan syaratnya berbeda per merek, seperti terlihat pada tabel berikut.
Merek Garansi kendaraan Garansi baterai Servis gratis Hyundai 48 bulan/100.000 km; IONIQ 5 dan IONIQ 6 36 bulan/100.000 km 8 tahun/160.000 km Jasa dan suku cadang 3+1 tahun/60.000 km; KONA Electric 5 tahun/75.000 km BYD 6 tahun/150.000 km 8 tahun/160.000 km atau SOH di atas 70% 4 tahun/60.000 km, kecuali Atto 1 dan M6 Wuling Lihat buku garansi tiap model Seumur hidup untuk pemilik pertama; pemilik berikutnya meneruskan sisa garansi standar 8 tahun BinguoEV: jasa gratis sampai 45.000 km (data 2024)
Menurut halaman garansi Hyundai Indonesia, ketentuan di atas berlaku untuk pembelian ritel sejak 1 September 2025. Sementara itu, halaman garansi BYD tidak merinci apakah program servis gratisnya mencakup jasa saja atau juga suku cadang.
Di sisi lain, syarat Wuling cukup ketat. Menurut detikOto, garansi seumur hidup untuk baterai, drive motor, dan unit kontrol motor hanya berlaku untuk pemakaian pribadi, maksimal 30.000 km per tahun, dan servis di jaringan resmi. Jadi, melewatkan satu jadwal servis bisa lebih mahal daripada ongkos servisnya sendiri.
Saat Perawatan Mobil Listrik Jadi Mahal

Ironisnya, risiko biaya terbesar justru muncul setelah garansi habis. Menurut detikOto (Desember 2023), baterai pengganti IONIQ 5 berharga sekitar Rp300–400 juta, sedangkan Air ev hampir Rp100 juta. Namun, laporan itu tidak menyebut narasumber resmi dari pabrikan.
Selain itu, perpanjangan garansi juga tidak murah. Di situs Hyundai, paket tambahan 1 tahun/15.000 km untuk IONIQ 5 berharga Rp9.030.000 sebelum pajak. Sebagai pembanding, paket setara untuk CRETA hanya Rp660.000.
Di luar paket itu, servis besar pun tetap ada. Misalnya, detikOto mencatat servis 60.000 km salah satu tipe IONIQ 5 sebesar Rp2.930.400 pada Juli 2024, meski Hyundai sudah mengubah skema gratisnya sejak itu.
Untuk rem, kabarnya lebih baik. Makalah SAE dari GM (2022) menyimpulkan pengereman regeneratif umumnya memperpanjang umur kampas rem secara signifikan. Meski begitu, ban dan kaki-kaki tetap perlu pemeriksaan di setiap servis.
Jadi, sebelum membeli, mintalah daftar estimasi biaya servis tertulis dari diler, termasuk interval setelah masa gratis. Bila membeli unit bekas, cek juga sisa garansinya lewat panduan mobil listrik bekas kami.





