Biaya Perawatan Mobil Listrik per Tahun vs Bensin

Wuling Air ev Long Range warna kuning dipajang di ruang pamer diler Wuling Kumala Group Bandung
Wuling Air ev Long Range di diler Wuling Kumala Group Bandung, Mei 2024. Foto: MoCars/Wikimedia Commons (CC0)

kolabora.id – Berapa sebenarnya ongkos servis mobil listrik setahun dibanding mobil bensin?

Secara ringkas, menurut data bengkel resmi Wuling, biaya perawatan mobil listrik per tahun sekitar Rp550 ribu–Rp900 ribu untuk pemakaian 15.000 km. Sebagai pembanding, mobil bensin Wuling Cortez mencapai sekitar Rp1,34 juta, bahkan dengan harga 2019 dan jasa gratis.

Bacaan Lainnya

Namun, angka itu adalah simulasi Kolabora, bukan tarif resmi tunggal. Sebab, belum ada daftar biaya servis nasional, dan Hyundai maupun Wuling kini tidak memajang tabel harga di situsnya. Karena itu, kami mencantumkan tahun data di setiap angka.

Selisih Biaya Servis dan Asal Angkanya

Pada dasarnya, pembanding paling adil adalah dua mobil dari model yang sama. Menurut estimasi Wuling dalam laporan GridOto April 2026, Eksion EV butuh sekitar Rp3,3 juta untuk servis sampai 55.000 km. Sementara itu, Eksion PHEV yang masih bermesin bensin butuh sekitar Rp14,2 juta sampai 42.500 km.

Artinya, per 10.000 km versi listrik menghabiskan sekitar Rp600 ribu dan versi PHEV sekitar Rp3,34 juta. Dengan kata lain, ongkos servis versi PHEV kira-kira 5,6 kali lipat versi listriknya. Tentu saja, PHEV lebih mahal karena pemiliknya merawat mesin dan sistem listrik sekaligus.

Lalu, bagi Sobat Kolabora yang membandingkan dengan mobil bensin murni, selisihnya lebih kecil, tetapi tetap nyata. Selain itu, hitungan ini tidak menyentuh biaya energi, yang sudah kami hitung terpisah di ulasan biaya charging mobil listrik.

Komponen yang Hilang di Mobil Listrik

Mekanik menuang oli ke lubang pengisian mesin bensin mobil dengan kap terbuka di bengkel
Mekanik menuang oli ke mesin bensin, perawatan rutin yang tidak ada pada mobil listrik. Foto: Dextar Studio/Unsplash (Unsplash License)

Secara umum, penghematan terbesar datang dari barang yang memang tidak ada. Karena tidak punya mesin pembakaran, mobil listrik murni tidak memerlukan oli mesin, filter oli, busi, filter bensin, dan filter udara mesin.

Sebagai contoh, lihat Wuling Cortez 1.8 bensin. Menurut rincian bengkel resmi Wuling Lippo Cikarang dalam laporan GridOto Maret 2019, bengkel mengganti oli mesin dan filter oli di setiap servis. Selain itu, bengkel juga mengganti busi, filter bensin, dan coolant pada 40.000 km dan 80.000 km.

Akibatnya, servis 80.000 km Cortez saja menelan Rp1.687.999. Sebaliknya, manajer teknis purnajual Wuling menyebut Air ev hanya mengganti tiga barang saat servis berkala, yaitu oli diferensial, filter AC, dan minyak rem (GridOto, Agustus 2022).

Komponen yang Tetap Perlu Dirawat

Walau begitu, mobil listrik tidak bebas perawatan. Rem, ban, kaki-kaki, kabin, dan sistem pendingin baterai tetap masuk daftar periksa. Karena itu, tabel berikut merangkum perbedaannya menurut jadwal produsen.

KomponenMobil bensinMobil listrik
Oli mesin dan filter oliGanti tiap servisTidak ada
Busi dan filter bensinGanti berkala (Cortez: 40.000 km)Tidak ada
Oli transmisi atau gardanGanti berkalaOli reducer atau diferensial
Cairan pendinginUntuk mesinUntuk baterai dan motor
Minyak rem dan filter kabinGanti berkalaGanti berkala
Kampas rem, ban, aki 12 voltPeriksa, ganti saat ausPeriksa, ganti saat aus
Rangkuman Kolabora dari jadwal servis Wuling (via GridOto dan detikOto) serta jadwal BEV Hyundai Selandia Baru.

Pada BinguoEV, misalnya, bengkel mengganti oli reducer, filter AC, coolant, dan minyak rem, menurut detikOto (Januari 2024). Di samping itu, aki 12 volt tetap ada di mobil listrik. Bahkan, Hyundai Indonesia memberi garansi aki 12V tersendiri selama 24 bulan atau 40.000 km.

Jadwal Servis Berkala Menurut Produsen

Sebenarnya, interval servis tiap merek berbeda, jadi buku panduan pemilik tetap menjadi acuan utama. Contohnya, situs perawatan Hyundai Indonesia menetapkan servis setiap 15.000 km atau 1 tahun untuk pemakaian normal. Namun, halaman itu tidak memisahkan interval khusus mobil listrik.

Sebaliknya, Wuling memakai interval yang lebih rapat. Menurut tabel GridOto 2022, Air ev menjalani servis pertama di 5.000 km, lalu setiap 10.000 km. Sementara itu, menurut detikOto, jadwal BinguoEV jatuh di 5.000 km, 15.000 km, 25.000 km, dan seterusnya.

Untuk gambaran item per jadwal, Hyundai Selandia Baru menerbitkan jadwal resmi IONIQ 5. Menurut dokumen itu, filter kabin dan minyak rem perlu ganti tiap 30.000 km atau 24 bulan. Adapun coolant sistem tegangan tinggi, menurut jadwal yang sama, baru perlu ganti mulai 60.000 km. Meski begitu, jadwal ini berlaku untuk pasar Selandia Baru, bukan Indonesia.

Simulasi Biaya per 10.000 Km

Secara teknis, rumus kami sederhana: total biaya servis sampai jarak tertentu dibagi jarak itu, lalu dikali jarak tempuh setahun. Dalam simulasi ini, kami memakai asumsi 15.000 km per tahun.

Sebagai contoh, untuk Air ev: Rp3.912.000 ÷ 100.000 km × 15.000 km = Rp586.800 per tahun. Dengan cara yang sama, kami menghitung empat model lain di grafik dan tabel berikut.

Grafik batang rata-rata biaya servis berkala per 10.000 km lima model Wuling listrik, PHEV, dan bensin
Rata-rata biaya servis per 10.000 km; tahun menunjukkan tahun data harga. Grafik: Kolabora, data bengkel resmi Wuling via GridOto dan detikOto.
Model (tahun data)PenggerakTotal servisPer 10.000 kmSimulasi per tahun
BinguoEV (2024)ListrikRp3.837.000 s.d. 105.000 kmRp365.400Rp548.100
Air ev (2022)ListrikRp3.912.000 s.d. 100.000 kmRp391.200Rp586.800
Eksion EV (2026)Listrik±Rp3,3 juta s.d. 55.000 kmRp600.000Rp900.000
Cortez 1.8 (2019)BensinRp8.909.203 s.d. 100.000 kmRp890.900Rp1.336.400
Eksion PHEV (2026)Bensin + listrik±Rp14,2 juta s.d. 42.500 kmRp3.341.200Rp5.011.800
Simulasi Kolabora, 15.000 km per tahun. Sumber total: GridOto (Air ev, Cortez, Eksion) dan detikOto (BinguoEV).

Meski begitu, ada tiga catatan penting dari tabel ini. Pertama, angka Air ev sudah memuat jasa tetapi belum PPN, sedangkan angka Cortez sudah memuat PPN 10%. Kedua, Cortez mendapat jasa servis gratis sampai 50.000 km, sehingga biaya bensin sebenarnya lebih tinggi daripada tabel.

Ketiga, harga Cortez berasal dari 2019. Oleh karena itu, selisih sekitar Rp750 ribu per tahun antara Air ev dan Cortez sebaiknya dibaca sebagai batas bawah, bukan janji penghematan. Menurut kami, data model kembar seperti Eksion lebih layak menjadi patokan.

Garansi Baterai dan Program Servis Gratis

Sasis platform E-GMP Hyundai dengan paket baterai di lantai kendaraan dipajang di pameran GIIAS 2021
Platform E-GMP Hyundai di GIIAS 2021, paket baterai traksi terpasang di lantai sasis. Foto: Andra Febrian/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Pada tahun-tahun awal, biaya servis bisa nol berkat program gratis. Akan tetapi, cakupan dan syaratnya berbeda per merek, seperti terlihat pada tabel berikut.

MerekGaransi kendaraanGaransi bateraiServis gratis
Hyundai48 bulan/100.000 km; IONIQ 5 dan IONIQ 6 36 bulan/100.000 km8 tahun/160.000 kmJasa dan suku cadang 3+1 tahun/60.000 km; KONA Electric 5 tahun/75.000 km
BYD6 tahun/150.000 km8 tahun/160.000 km atau SOH di atas 70%4 tahun/60.000 km, kecuali Atto 1 dan M6
WulingLihat buku garansi tiap modelSeumur hidup untuk pemilik pertama; pemilik berikutnya meneruskan sisa garansi standar 8 tahunBinguoEV: jasa gratis sampai 45.000 km (data 2024)
Sumber: halaman garansi Hyundai Indonesia (cek 14 Oktober 2026) dan BYD Indonesia (cek 9 Oktober 2026); syarat Wuling menurut detikOto.

Menurut halaman garansi Hyundai Indonesia, ketentuan di atas berlaku untuk pembelian ritel sejak 1 September 2025. Sementara itu, halaman garansi BYD tidak merinci apakah program servis gratisnya mencakup jasa saja atau juga suku cadang.

Di sisi lain, syarat Wuling cukup ketat. Menurut detikOto, garansi seumur hidup untuk baterai, drive motor, dan unit kontrol motor hanya berlaku untuk pemakaian pribadi, maksimal 30.000 km per tahun, dan servis di jaringan resmi. Jadi, melewatkan satu jadwal servis bisa lebih mahal daripada ongkos servisnya sendiri.

Saat Perawatan Mobil Listrik Jadi Mahal

Teknisi membubut cakram rem mobil dengan alat bubut on-car di bengkel
Teknisi membubut cakram rem langsung di mobil; rem dan kaki-kaki tetap butuh perawatan. Foto: Media Digital/Unsplash (Unsplash License)

Ironisnya, risiko biaya terbesar justru muncul setelah garansi habis. Menurut detikOto (Desember 2023), baterai pengganti IONIQ 5 berharga sekitar Rp300–400 juta, sedangkan Air ev hampir Rp100 juta. Namun, laporan itu tidak menyebut narasumber resmi dari pabrikan.

Selain itu, perpanjangan garansi juga tidak murah. Di situs Hyundai, paket tambahan 1 tahun/15.000 km untuk IONIQ 5 berharga Rp9.030.000 sebelum pajak. Sebagai pembanding, paket setara untuk CRETA hanya Rp660.000.

Di luar paket itu, servis besar pun tetap ada. Misalnya, detikOto mencatat servis 60.000 km salah satu tipe IONIQ 5 sebesar Rp2.930.400 pada Juli 2024, meski Hyundai sudah mengubah skema gratisnya sejak itu.

Untuk rem, kabarnya lebih baik. Makalah SAE dari GM (2022) menyimpulkan pengereman regeneratif umumnya memperpanjang umur kampas rem secara signifikan. Meski begitu, ban dan kaki-kaki tetap perlu pemeriksaan di setiap servis.

Jadi, sebelum membeli, mintalah daftar estimasi biaya servis tertulis dari diler, termasuk interval setelah masa gratis. Bila membeli unit bekas, cek juga sisa garansinya lewat panduan mobil listrik bekas kami.

Tari Ismayah
Ditulis oleh

Tari Ismayah

Perempuan asli Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *