Skincare Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu hamil bersweter putih memegang perutnya dengan kedua tangan
Kehamilan mengubah kebutuhan kulit, jadi pilihan skincare perlu ditinjau ulang. Foto: Anastasiia Chepinska/Unsplash (Unsplash License)

kolabora.id – Prinsip memilih skincare aman untuk ibu hamil sebenarnya sederhana: hentikan semua jenis retinoid, jauhi produk pencerah tanpa izin edar, lalu pertahankan pembersih lembut, pelembap, dan tabir surya. Bahan aktif lain sebaiknya kamu tanyakan dulu ke dokter kandungan, sebab ibu hamil tidak ikut dalam uji klinis obat jerawat.

Daftar ini penting karena BPOM masih menemukan 51 kosmetik berbahan berbahaya dalam tiga laporan triwulan terakhirnya, termasuk asam retinoat yang menurut BPOM bisa mengganggu janin. Panduan ini membahas bahan yang perlu kamu tinggalkan, bahan yang umumnya aman, cara membaca label, rutinitas harian, sampai perbedaannya saat menyusui.

Bacaan Lainnya

Bahan yang Perlu Dihindari Saat Hamil

Perempuan meneteskan serum dari pipet ke telapak tangan di atas tempat tidur
Serum dan minyak wajah perlu dicek komposisinya sebelum dipakai selama hamil. Foto: Shashi Chaturvedula/Unsplash (Unsplash License)

Kelompok paling berisiko adalah turunan vitamin A. Menurut FAQ American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) edisi tinjauan November 2025, isotretinoin minum bisa memicu cacat lahir berat.

Retinoid oles memang terserap sedikit, tetapi ACOG tetap menyarankan ibu hamil menjauhinya. Sejalan dengan itu, American Academy of Dermatology (AAD) mencatat sebagian besar ahli menyarankan berhenti memakai tretinoin dan adapalene oles.

Sementara itu, BPOM memasukkan tretinoin, merkuri, dan hidrokuinon ke Lampiran V Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2025, yaitu daftar bahan terlarang dalam kosmetik. Artinya, krim wajah yang memuat tiga bahan itu tidak boleh beredar sebagai kosmetik, hamil ataupun tidak.

BahanStatus saat hamilAlasanAlternatif
Isotretinoin (obat minum)HindariACOG: risiko cacat lahir beratKonsultasi dokter kandungan
Retinol, adapalene, tretinoin olesHindariACOG dan AAD menyarankan berhenti selama hamilGlycolic acid kadar rendah
Tazarotene, spironolactoneHindariAAD: bisa memicu cacat lahir seriusPilihan resep lain dari dokter
Tetrasiklin, doksisiklin minumHentikan paling lambat minggu ke-15ACOG: memengaruhi gigi dan tulang janin; batas minggu ke-15 dari AADKlindamisin oles setelah cek dokter
Asam retinoat dalam krim racikanHindariTerlarang di kosmetik; BPOM menyebutnya teratogenikProduk bernomor notifikasi resmi
MerkuriHindariTerlarang; BPOM: merusak ginjal dan sarafTabir surya untuk flek
HidrokuinonHindariTerlarang di kosmetik; BPOM: kulit bisa makin gelapTabir surya dan topi
Ringkasan status bahan saat hamil menurut ACOG (ditinjau November 2025), AAD, dan Peraturan BPOM 25/2025; bukan pengganti saran dokter.

Kesalahan yang sering terlihat justru ada pada serum malam. Banyak serum anti-aging mencantumkan retinol atau retinyl palmitate di urutan tengah komposisi, sehingga pembeli tidak sadar sedang memakai retinoid.

Selain itu, 15 dari 26 produk berbahaya temuan BPOM triwulan IV 2025 tidak punya izin edar sama sekali. Sisanya justru produk kontrak produksi dan impor, sehingga nomor terdaftar pun perlu kamu cocokkan dengan daftar peringatan BPOM.

Bahan Skincare Aman untuk Ibu Hamil

ACOG menyebut empat bahan produk jerawat bebas yang boleh ibu hamil pakai: benzoyl peroxide, azelaic acid, salicylic acid, dan glycolic acid. Panduan jerawat saat hamil dari AAD sejalan, dengan catatan benzoyl peroxide dan salicylic acid sebaiknya hanya untuk pemakaian terbatas.

Namun, aturan Indonesia membuat daftar itu tidak bisa kamu salin begitu saja. Berikut daftar pilihan beserta catatan aturannya per Oktober 2026:

  • Pembersih lembut tanpa pewangi, dua kali sehari dengan air suam-suam kuku.
  • Pelembap kental dua kali sehari, terutama bila kulit perut dan lengan terasa gatal.
  • Tabir surya setiap hari, termasuk saat mendung, karena sinar matahari memperparah melasma.
  • Glycolic acid kadar rendah; BPOM membatasi produk pemakaian sendiri maksimal 10 persen.
  • Salicylic acid untuk jangka terbatas; skincare wajah di Indonesia memuatnya paling banyak 2 persen.

Bagian ini yang sering membuat orang keliru. Peraturan BPOM 25/2025 memasukkan azelaic acid ke daftar bahan terlarang kosmetik, sedangkan benzoyl peroxide hanya boleh untuk kuku artifisial.

Jadi, kalau dokter menilai kamu butuh salah satunya, mintalah resepnya. Jangan membeli “serum azelaic” bebas di lokapasar.

Tapi bagaimana dengan niacinamide atau asam hialuronat? Jujur saja, ACOG maupun AAD tidak menyebut keduanya di halaman kehamilan yang kami baca, jadi kami tidak berani melabelinya aman.

Tanyakan saat kontrol kehamilan, sambil membawa kemasan produknya.

Cara Membaca Label dan Cek BPOM

Perempuan memeriksa label kemasan produk perawatan di rak toko untuk memilih skincare aman untuk ibu hamil
Membaca label komposisi di toko membantu memilih skincare aman untuk ibu hamil. Foto: Federico Garcia/Unsplash (Unsplash License)

Label adalah alat pemeriksa paling murah yang kamu punya. Sebelum membeli, luangkan dua menit untuk urutan berikut:

  1. Cari nomor notifikasi berisi dua huruf dan 11 angka, misalnya berawalan NA untuk produk Asia, di kemasan luar.
  2. Ketik nomor itu di kolom Cari Produk pada situs Cek BPOM, lalu cocokkan nama, merek, ukuran, dan pendaftar.
  3. Baca daftar komposisi dan tandai kata retinol, retinyl, retinoic acid, tretinoin, hydroquinone, atau mercury.
  4. Periksa kadar AHA bila tercantum; produk glycolic acid minimal 2,5 persen tanpa tabir surya wajib memuat peringatan sinar matahari.
  5. Lihat tanggal terbit notifikasi, karena izin kosmetik berlaku tiga tahun dan perlu perpanjangan.
  6. Simpan foto kemasan, lalu tunjukkan ke dokter saat kontrol bila masih ragu.

Panduan cara cek skincare BPOM di Kolabora memuat langkah yang lebih rinci. Setelah itu, terapkan pula prinsip Cek KLIK dari BPOM: Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa.

Waspadai juga krim beretiket biru yang beredar massal di media sosial. BPOM menegaskan etiket biru yang sah hanya obat racikan resep dokter untuk satu pasien, bukan produk jualan bebas.

Perlu kamu tahu, BPOM memberi pelaku usaha masa penyesuaian 12 bulan sejak aturan bahan kosmetik baru berlaku pada 3 Oktober 2025. Artinya, sejak awal Oktober 2026 produk yang beredar seharusnya sudah mengikuti daftar bahan terbaru.

Hitungan redaksi sederhana menunjukkan besarnya masalah. BPOM menemukan 26 produk berbahaya pada triwulan IV 2025, 11 produk pada triwulan I 2026, dan 14 produk pada triwulan II 2026.

Totalnya 51 produk dalam sembilan bulan, dan sebagian besar memuat bahan yang sama: asam retinoat, hidrokuinon, dan merkuri.

Rutinitas Pagi dan Malam Sederhana

Rutinitas saat hamil sebaiknya pendek, karena makin sedikit produk, makin mudah memeriksa isinya. Menurut saya, tiga sampai empat langkah sudah cukup untuk kebanyakan kulit.

Pagi hari, cuci muka dengan pembersih lembut, oleskan pelembap, lalu tutup dengan tabir surya. AAD menyarankan tabir surya minimal SPF 30, berlabel broad spectrum, dan tahan air.

Bila kulit mendadak sensitif, AAD menganjurkan filter mineral seperti zinc oxide atau titanium dioxide untuk kulit sensitif.

Di luar ruangan, tambahkan topi bertepi lebar. ACOG menyebut kombinasi tabir surya dan topi sebagai cara utama mencegah melasma memburuk.

Panduan cara memilih sunscreen membantu kamu membaca label SPF dan PA sebelum membeli.

Malam hari, bersihkan riasan dan tabir surya, lalu pakai pelembap yang lebih kental. Jika jerawat muncul, ACOG menyarankan tidak memencetnya dan memilih kosmetik bebas minyak.

Bagaimana dengan krim stretch mark? ACOG menyatakan belum ada produk yang terbukti mencegahnya.

Pelembap tetap berguna untuk mengurangi gatal. Karena itu, uang untuk krim mahal lebih baik kamu alihkan ke tabir surya yang nyaman di kulit setiap hari.

Yang Berbeda Saat Menyusui

Foto hitam putih seorang ibu menyusui bayi dalam gendongan sambil menunduk
Saat menyusui, perhatikan produk yang dioleskan di area dada dan leher. Foto: Daria Rudyk/Unsplash (Unsplash License)

Setelah melahirkan, aturannya sedikit lebih longgar untuk produk oles. Basis data LactMed milik National Library of Medicine AS menilai tretinoin, adapalene, azelaic acid, benzoyl peroxide, dan salicylic acid oles berisiko rendah bagi bayi.

Alasannya, tubuh hanya menyerap sedikit: azelaic acid sekitar 4 persen dan benzoyl peroxide sekitar 5 persen dari dosis oles.

Meski begitu, ada tiga syarat praktis yang LactMed ulang di hampir setiap entri:

  • Jangan mengoles produk di puting, areola, atau area payudara yang bersentuhan dengan mulut bayi.
  • Cegah kulit bayi menempel ke wajah, leher, atau dada yang baru kamu olesi.
  • Pakai area sekecil mungkin dan waktu sesingkat mungkin untuk retinoid seperti adapalene.

Obat minum tetap berbeda. LactMed menyarankan ibu tidak menyusui selama terapi tretinoin oral dan satu minggu setelah dosis terakhir.

Untuk hidrokuinon, sebagian ahli menyarankan ibu menyusui tidak memakainya jangka panjang. Di Indonesia, bahan itu pun hanya bisa kamu peroleh lewat dokter, bukan sebagai kosmetik.

Jerawat, Melasma, dan Kapan ke Dokter

Jerawat dan flek gelap termasuk perubahan kulit yang wajar saat hamil, bersama linea nigra, stretch mark, dan perubahan kuku. Melasma biasanya memudar setelah melahirkan, tetapi pada sebagian ibu bertahan bertahun-tahun; saat itulah dokter kulit perlu menilainya.

Segera hubungi dokter bila muncul gatal hebat tanpa ruam di telapak tangan atau kaki, terutama pada trimester ketiga dan memburuk saat malam. Menurut ACOG, gejala itu bisa menandakan kolestasis intrahepatik kehamilan yang menaikkan risiko persalinan prematur.

Lepuh di perut atau bintik merah yang sangat gatal juga butuh pemeriksaan, bukan krim baru.

Begitu juga bila kamu punya eksim atau psoriasis. ACOG menyarankan pasien meninjau ulang obat kulitnya bersama dokter kandungan sejak awal kehamilan.

Bila menemukan krim mencurigakan, laporkan ke HALOBPOM lewat telepon 1500533.

Sobat Kolabora, pegang satu patokan ini: produk yang tidak bisa kamu cek nomornya tidak layak menyentuh kulit selama hamil.

Tari Ismayah
Ditulis oleh

Tari Ismayah

Perempuan asli Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *