Saham BBRI Rp310 Ribu per Lot untuk Pemula Modal Kecil

Gedung Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia di Parepare dengan papan nama Bank BRI di bawah langit biru
Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Parepare, Sulawesi Selatan, emiten bersandi saham BBRI. Foto: MesinKetik/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

kolabora.id – Pemula patut mencermati kabar saham BBRI setelah Bareksa, pada Kamis, 15 Oktober 2026, memuat riset Ciptadana Sekuritas Asia yang merekomendasikan ARTO, CPIN, MYOR, dan UNVR. Selain itu, riset tersebut memprediksi IHSG bergerak terbatas. Di tengah sorotan itu, data BEI mencatat BBRI naik 0,32% ke Rp3.100, sehingga satu lot cukup sekitar Rp310 ribu.

Karena itu, angka ini menarik bagi pemula yang baru punya dana kecil. Pertanyaannya, apakah harga per lot yang terjangkau sudah cukup menjadi alasan untuk membeli?

Bacaan Lainnya

IHSG Tutup di Bawah Prediksi Analis

Menurut artikel Bareksa tersebut, Ciptadana memperkirakan IHSG bergerak di rentang 5.887–6.129 pada 15 Oktober dengan kecenderungan melemah. Namun, kenyataannya lebih buruk. Ringkasan Indeks BEI mencatat IHSG turun 1,33% ke 5.863,78 pada penutupan, di bawah batas bawah prediksi itu.

Di sisi lain, empat saham rekomendasi bergerak tidak seragam. Data BEI menunjukkan MYOR naik ke Rp1.470, sedangkan ARTO turun ke Rp730, CPIN ke Rp2.940, dan UNVR ke Rp1.590. Artinya, rekomendasi teknikal harian bisa meleset hanya dalam satu sesi perdagangan.

BBRI Bertahan, Dana Asing Bolak-balik

BBRI tidak masuk daftar rekomendasi Ciptadana, tetapi harganya relatif stabil. Sepanjang 9–15 Oktober 2026, data BEI mencatat harga BBRI hanya bergerak di rentang Rp3.030–Rp3.140 per lembar.

Sementara itu, arah dana asing berganti hampir setiap hari. Asing mencatat net beli 25,95 juta lembar pada 12 Oktober, kemudian net jual 21,35 juta lembar pada 13 Oktober dan 18,37 juta lembar pada 14 Oktober. Pada 15 Oktober, asing kembali membeli bersih 25,38 juta lembar, menurut Ringkasan Saham BEI.

Pola serupa juga terlihat pada saham BBCA yang dibeli asing saat IHSG melemah. Data harian itu menunjukkan asing masih keluar-masuk di saham bank besar, belum keluar sepenuhnya.

Modal Satu Lot Lima Saham

Grafik batang biaya satu lot saham BBRI, CPIN, UNVR, MYOR, dan ARTO pada harga penutupan 15 Oktober 2026
Biaya satu lot lima saham pada penutupan 15 Oktober 2026. Grafik: Kolabora, data BEI.

Di BEI, satu lot berisi 100 lembar. Sebagai simulasi, harga penutupan 15 Oktober membuat satu lot BBRI bernilai Rp310.000, CPIN Rp294.000, UNVR Rp159.000, MYOR Rp147.000, dan ARTO Rp73.000. Angka ini belum termasuk biaya transaksi sekuritas.

Dalam simulasi yang sama, pemula dengan Rp1 juta bisa membeli satu lot dari kelima saham itu dan masih tersisa Rp17.000. Sebaliknya, dalam simulasi itu dana yang sama hanya cukup untuk tiga lot BBRI senilai Rp930.000 bila kamu memilih satu saham saja.

Cara Mulai Beli BBRI dengan Dana Kecil

Sobat Kolabora yang ingin mencoba bisa mengikuti urutan berikut agar dana kecil tidak habis karena keputusan terburu-buru.

  1. Buka rekening efek dan rekening dana nasabah (RDN) di perusahaan sekuritas yang berizin OJK.
  2. Tentukan dana yang benar-benar bisa kamu simpan lama, bukan uang belanja bulanan atau dana darurat.
  3. Pasang order beli kode BBRI per lot. Menurut ketentuan fraksi harga BEI, harga order wajib kelipatan Rp10 untuk saham seharga Rp2.000 sampai di bawah Rp5.000.
  4. Beli bertahap, misalnya satu lot per bulan, agar harga rata-rata tidak bergantung pada satu hari perdagangan.
  5. Pantau keterbukaan informasi BBRI di situs BEI, terutama laporan keuangan kuartal III-2026 saat perseroan merilisnya.
Kantor BRI Unit Mertokondo di Kebumen dengan papan logo BRI, tanda ATM, dan deretan sepeda motor nasabah di halaman depan
Kantor BRI Unit Mertokondo, Kebumen, salah satu jaringan unit yang melayani nasabah mikro di daerah. Foto: SBM9/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Siapa Pemilik BBRI Sekarang

Pembeli saham perlu tahu siapa pengendali perusahaan. Profil emiten BBRI di BEI mencatat PT Danantara Asset Management memegang 52,656% saham, sementara masyarakat non-warkat memegang 46,22%.

Profil yang sama menyebut BBRI tercatat di Papan Utama sejak 10 November 2003. Karena porsi publiknya hampir separuh, saham ini termasuk yang paling ramai transaksinya, dengan nilai transaksi Rp330,8 miliar pada 15 Oktober menurut data BEI.

Murah per Lot Belum Tentu Aman

Mungkin kamu berpikir harga per lot yang rendah berarti risikonya kecil. Padahal, harga per lot hanya menunjukkan modal awal, bukan peluang untung. Kasus saham GOTO di bawah Rp50 yang diulas Kolabora berdasarkan data BEI membuktikan saham murah pun bisa terus turun.

Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Setiap investor tetap menanggung sendiri keputusan investasinya.

Tari Ismayah
Ditulis oleh

Tari Ismayah

Perempuan asli Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait