kolabora.id – Kamu mungkin heran mengapa saham BBCA ramai saat pasar memerah. Jawabannya, BBCA dibeli bersih investor asing sebanyak 47,21 juta lembar pada Kamis, 15 Oktober 2026, menurut Ringkasan Saham BEI. Padahal, IHSG melemah 1,33% ke level 5.863,78 pada hari yang sama.
Bahkan, IHSG sempat ambles 2,16% ke 5.814,72 pada penutupan sesi I, menurut laporan Disway.id. Karena itu, banyak pemula kini bertanya apakah mereka perlu ikut membeli.
Asing Keluar 12 Oktober, Lalu Masuk Lagi

Data BEI mencatat asing melepas bersih 9,38 juta lembar BBCA pada Senin, 12 Oktober 2026. Menurut data yang sama, harga BBCA turun 1,65% ke Rp5.950, sementara IHSG anjlok 2,59%.
Namun, arah dana asing berbalik sehari kemudian. Asing kembali membeli bersih 5,03 juta lembar pada 13 Oktober, lalu 35,58 juta lembar pada 14 Oktober. Dengan demikian, total net beli asing selama 12–15 Oktober mencapai sekitar 78,44 juta lembar.
Selain itu, BEI mencatat nilai transaksi BBCA menembus Rp828,86 miliar pada 14 Oktober dan Rp816,55 miliar pada 15 Oktober. Meski asing terus membeli, data BEI menunjukkan harga BBCA tetap turun 0,82% ke Rp6.075 pada 15 Oktober.
BBCA Bukan Saham Bank BUMN
Banyak pemula mengira BBCA milik negara. Faktanya, profil emiten di BEI menyebut PT Dwimuria Investama Andalan sebagai pengendali dengan porsi 54,942%. Sementara itu, masyarakat memegang sekitar 44,6% saham, menurut profil yang sama.
Jadi, BBCA adalah bank swasta yang tercatat di Papan Utama sejak 31 Mei 2000. Sebaliknya, BBRI, BMRI, dan BBNI termasuk bank BUMN anggota Himbara. Kalau kamu sengaja mencari saham bank milik negara, pilihannya ada di tiga kode itu.
Empat Bank Besar Sama-Sama Diburu
Menariknya, asing tidak hanya mengincar BBCA. Menurut Ringkasan Saham BEI per 15 Oktober 2026, asing juga membeli bersih tiga saham bank BUMN terbesar.
Saham Status Penutupan 15 Okt Perubahan Net asing BBCA Swasta Rp6.075 -0,82% +47,21 juta lembar BBRI BUMN Rp3.100 +0,32% +25,38 juta lembar BMRI BUMN Rp3.980 +0,51% +8,53 juta lembar BBNI BUMN Rp3.410 0,00% +1,84 juta lembar
Menurut kami, pola ini menunjukkan asing memilih saham bank likuid ketika pasar goyah. Meski begitu, net beli tidak menjamin harga naik, seperti terlihat pada BBCA hari itu.
Cara Pemula Membeli Saham BBCA
Sebelum ikut arus asing, Sobat Kolabora bisa mengikuti lima langkah dasar berikut.
- Buka rekening efek dan rekening dana nasabah (RDN) di perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK.
- Siapkan dana minimal satu lot atau 100 lembar. Sebagai simulasi, pada harga penutupan Rp6.075, satu lot BBCA bernilai Rp607.500 di luar biaya transaksi.
- Pasang order beli dengan kode BBCA di aplikasi sekuritas, lalu pilih harga sesuai fraksi BEI, yaitu kelipatan Rp25 untuk saham seharga Rp5.000 ke atas.
- Pantau keterbukaan informasi BBCA di situs BEI, terutama laporan keuangan kuartal III-2026 saat perseroan merilisnya.
- Tetapkan batas kerugian dan sebar dana ke beberapa saham atau instrumen lain.

Risiko Membeli Saat IHSG Melemah
Mungkin kamu berpikir saham sebesar BBCA kebal dari penurunan. Kenyataannya, data sepekan ini memperlihatkan dana asing bisa berbalik arah hanya dalam satu hari. Oleh karena itu, pembelian bertahap lebih masuk akal bagi pemula daripada membeli sekaligus.
Selain itu, saham besar tetap bisa turun bersama pasar. Kasus saham GOTO yang jatuh di bawah Rp50 juga mengingatkan bahwa harga bisa bergerak jauh dari perkiraan investor.
Artikel ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Setiap investor tetap menanggung sendiri keputusan investasinya.






1 Komentar
Komentar ditutup.