kolabora.id – Banyak pemilik toko online mengira mengganti kata sandi sudah cukup untuk mengusir pembajak. Padahal, cara mengamankan akun WhatsApp dan Google bertumpu pada tiga pengaman: verifikasi dua langkah, jalan pemulihan (passkey, email, kode cadangan), dan cek rutin perangkat tertaut. Bila pembajak sudah menguasai akun, langkah pertamanya adalah mendaftar ulang nomor dengan kode SMS.
Panduan ini penting sekarang karena WhatsApp mengganti PIN 6 digit dengan kata sandi penuh, sementara tutorial lama belum ikut berubah. Semua menu di bawah mengacu pada Pusat Bantuan WhatsApp dan Bantuan Akun Google yang Kolabora cek pada 20 Oktober 2026.
Kenali Modus Pembajak yang Paling Sering
Pembajak jarang membobol sistem. Sebaliknya, mereka membujuk pemilik akun menyerahkan kunci. Menurut Pusat Bantuan WhatsApp, tanda pesan penipuan antara lain meminta kamu mengetuk tautan, mengunduh aplikasi, menyerahkan data pribadi, atau mengirim uang.
Modus yang paling merugikan pemilik usaha adalah permintaan kode pendaftaran. Pelaku menyamar sebagai kurir, pembeli, atau teman, lalu meminta “kode yang barusan masuk”. Begitu korban menyerahkan kode itu, nomor tokomu pindah ke ponsel mereka.
Celah ketiga sering terlupa, yaitu perangkat tertaut. WhatsApp menjelaskan bahwa pengguna bisa menautkan perangkat lewat pindai kode QR atau nomor telepon. Akibatnya, siapa pun yang sempat memegang ponselmu selama semenit bisa membaca chat dari laptopnya. Selain itu, WhatsApp memperingatkan bahwa aplikasi atau situs WhatsApp tidak resmi berisiko dan bisa berujung blokir.
Kunci WhatsApp dengan Kata Sandi dan Passkey

Blog resmi WhatsApp pada 25 Agustus 2026 mengumumkan bahwa verifikasi dua langkah kini memakai kata sandi penuh. Kata sandi itu boleh berisi huruf, angka, dan karakter khusus, jadi pembajak jauh lebih sulit menebaknya daripada PIN 6 digit lama. Semua langkah di bawah gratis dan selesai dalam beberapa menit.
- Buka Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah, lalu aktifkan dan buat kata sandi yang tidak kamu pakai di layanan lain.
- Tambahkan alamat email di menu yang sama. Menurut WhatsApp, email ini memungkinkan kamu memulihkan akun tanpa SMS atau panggilan telepon.
- Pasang passkey lewat Pengaturan > Akun > Passkey. Passkey memakai kunci layar atau sidik jari ponsel, dan WhatsApp menyebut data biometrik itu tidak keluar dari perangkat.
- Perbarui PIN lama bila kamu masih memakainya. WhatsApp mengizinkan pemilik PIN mengubahnya menjadi kata sandi di menu yang sama.
- Simpan kata sandi di pengelola sandi atau catatan fisik di tempat aman, bukan di galeri foto ponsel.
Menurut blog yang sama, lebih dari satu miliar pengguna sudah memakai passkey WhatsApp. Dengan kata lain, fitur ini bukan lagi eksperimen, dan akun toko termasuk yang paling layak memakainya.
Periksa Perangkat Tertaut Setiap Pekan
Pusat Bantuan WhatsApp menyebut satu akun bisa terhubung ke maksimal 4 perangkat. Untuk mengeceknya, buka menu titik tiga > Perangkat tertaut. Kemudian ketuk perangkat yang tidak kamu kenali dan pilih LOGOUT.
WhatsApp juga memutus perangkat tertaut secara otomatis setelah 30 hari tidak aktif. Meski begitu, menunggu sebulan terlalu lama bagi toko yang setiap hari menerima transfer. Karena itu, jadwalkan cek daftar perangkat tertaut setiap pekan, misalnya tiap Senin pagi sebelum toko buka.
Amankan Akun Google dengan Kode Cadangan

Akun Google memegang Gmail, Google Drive, profil bisnis di Maps, dan sering juga login marketplace. Jadi, kebocoran satu akun ini bisa menjalar ke banyak kanal jualan sekaligus.
- Buka halaman Keamanan di akun Google, lalu aktifkan Verifikasi 2 Langkah. Menurut Bantuan Akun Google, pilihan metodenya mencakup passkey, perintah Google di ponsel, Google Authenticator, kode SMS 6 digit, dan kode cadangan.
- Tambahkan passkey agar login cukup dengan sidik jari atau kunci layar ponsel.
- Buat kode cadangan dan cetak. Bantuan Akun Google menjelaskan setiap kode berisi 8 digit dan hanya sekali pakai, dan membuat set baru otomatis mematikan set lama.
- Buka Perangkat Anda > Kelola perangkat, lalu keluarkan perangkat yang tidak kamu kenali.
- Pastikan nomor dan email pemulihan masih aktif, karena keduanya menjadi jalan pulang saat pembajak merebut kata sandi.
Satu aturan berlaku mutlak: Google menegaskan tidak pernah meminta sandi atau kode verifikasi lewat email, telepon, atau pesan. Ketik kode itu hanya di accounts.google.com.
Pulihkan Akun yang Sudah Dibajak

Begitu chat aneh terkirim dari nomormu, kerjakan langkah berikut sesuai urutan. Menurut FAQ WhatsApp tentang pemulihan akun, mengganti kata sandi tidak mengeluarkan pelaku, sedangkan daftar ulang nomor bisa.
- Masuk kembali ke WhatsApp dengan nomormu dan ketik kode 6 digit dari SMS atau telepon. Menurut FAQ itu, semua perangkat lain otomatis keluar.
- Tetap ketik kode SMS walau pelaku sudah memasang verifikasi dua langkah. Pelaku tetap keluar, tetapi FAQ yang sama menyebut kamu harus menunggu 7 hari sebelum bisa masuk tanpa kata sandi itu.
- Kabari pelanggan dan keluarga lewat kanal lain, misalnya status Instagram toko. WhatsApp mengingatkan bahwa pelaku bisa menyamar di chat pribadi maupun grup.
- Pulihkan akun Google lewat halaman pemulihan akun. Bantuan Akun Google menyarankan menjawab semua pertanyaan dan memakai perangkat, browser, serta lokasi yang biasa kamu pakai.
- Periksa peristiwa keamanan terbaru, lalu cek penerusan otomatis, filter, dan delegasi di Gmail, serta aplikasi pihak ketiga yang punya akses.
Jangan melaporkan akunmu sendiri ke WhatsApp selama proses pemulihan. Menurut FAQ WhatsApp, laporan itu bisa membuat WhatsApp memblokir akunmu. Kabar baiknya, pelaku yang mendaftar di perangkat baru tidak bisa membaca riwayat chat lama berkat enkripsi end-to-end.
Kehilangan ponsel butuh jalur lain. WhatsApp menyarankan meminta operator memblokir SIM, mengurus SIM baru dengan nomor yang sama, lalu mendaftar ulang WhatsApp di ponsel baru.
Laporkan Penipuan ke Kanal Resmi
Pembajakan akun sering berujung permintaan transfer atas nama korban. Bila uang sudah terkirim, hubungi bank lebih dulu, lalu laporkan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) di iasc.ojk.go.id. Situs itu menyediakan menu Lapor Sekarang dan Cek Laporan, dengan Kontak OJK 157 sebagai jalur telepon.
Skalanya besar. Menurut siaran pers OJK hasil RDKB September 2026, IASC menerima 702.342 laporan sejak 22 November 2024 sampai 30 September 2026. Dalam periode itu, IASC memblokir 702.833 rekening dan menahan dana korban Rp811,1 miliar.
Namun, siaran pers yang sama mencatat dana yang sudah kembali ke korban baru Rp207,16 miliar. Artinya, kecepatan lapor menentukan peluang uang kembali. Sementara itu, kamu bisa mengadukan nomor pelaku ke AduanNomor.id, portal resmi Komdigi untuk aduan nomor seluler penipu. Untuk penipuan berkedok pinjaman, lihat juga cara cek pinjol ilegal di OJK.
Satu peringatan lagi: WhatsApp gratis. Menurut Pusat Bantuan WhatsApp, pihak yang meminta bayaran untuk membuka blokir akun kemungkinan sedang mengincar data keuanganmu.
Atur Akun Usaha yang Dipegang Karyawan

Di banyak toko kecil, tiga orang memegang satu nomor WhatsApp, dan kertas berisi kata sandi Gmail menempel di dinding kasir. Kebiasaan ini justru membuka pintu bagi pembajak, karena makin banyak orang memegang kode, makin besar peluang kode itu bocor.
Sebagai gantinya, tautkan laptop admin lewat fitur perangkat tertaut, sehingga karyawan bisa membalas chat tanpa tahu kata sandi verifikasi dua langkah. Pemilik tetap memegang kata sandi dan passkey. Fitur balasan cepat juga membantu admin menjawab pertanyaan rutin, seperti yang Kolabora bahas di panduan balasan otomatis WhatsApp Business.
Untuk Google, beri karyawan akses ke folder atau profil bisnis lewat akun mereka sendiri, bukan berbagi akun pemilik. Lalu, saat karyawan berhenti, keluarkan perangkatnya dari daftar perangkat tertaut di hari yang sama.
Sobat Kolabora, ingat satu kalimat ini: kode verifikasi yang kamu bagikan bukan lagi kunci, melainkan undangan bagi pembajak.






1 Komentar
Komentar ditutup.