kolabora.id – Pilih sunscreen untuk kulit berminyak dan berjerawat yang bertekstur gel atau fluid berbasis air dan berlabel non-comedogenic. Pastikan juga produknya bebas alkohol dengan minimal SPF 30 broad spectrum. Patokan ini merangkum tips kulit berjerawat dari American Academy of Dermatology (AAD) dan penjelasan publik BPOM.
Banyak orang menuduh sunscreen sebagai biang jerawat, sehingga pemilik kulit berminyak memilih melewatkannya. Padahal, buktinya lebih bernuansa. Bagian berikut membahas bukti itu, arti klaim di label menurut aturan BPOM, dan pilihan per kondisi kulit.
Ciri Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
Dasar soal SPF, PA, dan jenis kulit umum sudah kami bahas di panduan cara memilih sunscreen. Untuk kulit berminyak yang mudah berjerawat, saringannya lebih sempit. Cari empat ciri berikut:
- Tekstur gel, fluid, atau serum berbasis air. BPOM, dalam penjelasan publik 4 September 2023, menyarankan basis air untuk kulit berminyak.
- Label non-comedogenic. AAD menyebut label ini sebagai penanda produk yang tidak menyumbat pori.
- Bebas alkohol dan lembut. AAD menganjurkan produk perawatan yang lembut bagi kulit berjerawat.
- SPF 30 ke atas, broad spectrum, dan tahan air. AAD menyebut kombinasi ini untuk pemakai obat jerawat.
Sebaliknya, ada tiga hal yang sebaiknya kamu hindari:
- Krim kental berbasis minyak, karena BPOM menyarankannya untuk kulit kering, bukan berminyak.
- Kemasan yang menjanjikan “bebas komedo” atau “mengontrol minyak”, sebab Peraturan BPOM 3/2022 memasukkan klaim itu ke daftar terlarang.
- Toner beralkohol atau scrub sebelum sunscreen. Menurut AAD, astringent, toner, dan eksfoliator bisa mengiritasi dan memperparah jerawat.
Kabar baiknya, kriteria ini tidak menuntut produk mahal. Per 20 Oktober 2026, etalase resmi Wardah (wardahbeauty.com) mencantumkan sunscreen serum SPF50 PA++++ 25 ml seharga Rp37.500, tetapi stoknya sedang habis. Sementara itu, Somethinc Holyshield Watery Sunscreen Gel 25 ml tercantum Rp78.000 (harga promo dari Rp112.000) di situs resminya.
Hitungan redaksi: selisihnya sekitar Rp1.500 versus Rp3.120 per ml. Jadi, tekstur dan label lebih menentukan kecocokan daripada harga.
Benarkah Sunscreen Memicu Jerawat?
Tuduhan itu punya akar ilmiah, tetapi umurnya sudah lebih dari 40 tahun. Pada 1982, Mills dan Kligman menguji 29 sunscreen komersial pada telinga kelinci albino. Hasilnya, 14 produk bersifat komedogenik.
Temuan pentingnya justru ada di bagian lain. Menurut abstrak studi di Archives of Dermatology itu, pemicunya tampaknya basis formula, bukan bahan penyerap UV. Penulis bahkan menyebut “sunscreen acne” kemungkinan subtipe acne cosmetica, yaitu jerawat akibat kosmetik.
Selain itu, model kelinci lebih sensitif daripada kulit manusia. Mills dan Kligman mencatat hal itu saat menyusun uji komedogenik pada punggung manusia di tahun yang sama.
Lalu, bagaimana dengan daftar bahan “komedogenik” yang ramai di media sosial? Studi Fulton dan rekan (1976) memang menandai turunan lanolin, butyl stearate, isopropyl myristate, dan sodium lauryl sulfate pada uji kelinci. Namun, Draelos dan DiNardo (2006) menguji produk jadi pada 6 relawan selama 4 minggu.
Kesimpulan mereka: produk jadi yang memuat bahan semacam itu belum tentu komedogenik. Karena itu, memelototi daftar bahan satu per satu menurut saya kurang berguna. Uji pemakaian di kulitmu sendiri memberi jawaban yang lebih jujur.
Tapi kalau wajah malah makin mengilap, bolehkah kamu melewatkan sunscreen? Sebaiknya jangan. AAD mengingatkan sebagian obat jerawat membuat kulit jauh lebih peka terhadap sinar UV.
Uji acak pada 51 pasien jerawat di Malaysia (How dan rekan, 2023) mencatat jerawat terus membaik saat pemakai adapalene menambahkan sunscreen. Catatannya, kedua kelompok sama-sama memakai sunscreen dan studi itu melibatkan karyawan produsen sunscreen, sehingga kita perlu membaca hasilnya dengan hati-hati.
Gel dan Fluid untuk Kulit Berminyak

Tekstur adalah saringan pertama yang paling mudah kamu periksa. BPOM menegaskan kekentalan tidak berhubungan dengan nilai SPF. Artinya, gel encer SPF 50 tetap setara krim SPF 50 bila takarannya cukup.
Untuk kulit berminyak, BPOM menyarankan basis air seperti gel. FAQ sunscreen AAD (pembaruan 11 Februari 2025) juga menyebut formula gel cocok untuk kulit berminyak.
Filter Kimia atau Mineral
Menurut AAD, kedua jenis filter sama efektif selama broad spectrum, tahan air, dan minimal SPF 30. Bedanya ada pada risiko iritasi. Dokter kulit AAD menyarankan filter mineral, yaitu zinc oxide atau titanium dioxide, untuk kulit sensitif.
Filter mineral punya kekurangan. Manual UV Kementerian Lingkungan Jepang (2008) mencatat jenis ini sedikit memutih, sedangkan filter kimia tidak memutih tetapi kadang memicu alergi.
Misalnya, zona T kamu berminyak, tetapi pipi gampang merah setelah mencoba produk baru. Dalam kasus itu, sunscreen mineral bertekstur fluid layak menjadi pilihan pertama.
Membaca Label Non-Komedogenik dan BPOM
Label adalah tempat paling mudah tertipu. Di Indonesia, klaim kosmetik mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 3 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Klaim Kosmetika.
Aturan itu memisahkan klaim yang boleh dari klaim terlarang. Tabel berikut merangkum klaim yang sering muncul di kemasan sunscreen untuk kulit berjerawat.
Klaim di kemasan Status menurut Perban BPOM 3/2022 Artinya bagimu “Untuk kulit berjerawat” Boleh untuk sediaan kulit berjerawat (Lampiran III) Produk menyasar kulit berjerawat, bukan obat jerawat “Non-comedogenic” atau “tidak menyumbat pori” Tidak tercantum sebagai contoh; setiap klaim wajib punya data dukung (Lampiran II butir 2c) Janji berbasis uji produsen; tetap uji di kulitmu “Bebas komedo” Terlarang (Lampiran IV no. 30) Klaim berlebihan; waspadai “Mengontrol minyak” atau “sebum” Terlarang (Lampiran IV no. 35) Efek matte tidak mengubah produksi minyak “Menghilangkan jerawat” Terlarang (Lampiran IV no. 28) Sunscreen bukan pengobatan jerawat
Khusus tabir surya, Perban 3/2022 hanya mencontohkan dua klaim yang boleh. Keduanya adalah melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari dan dari penuaan dini akibat matahari.
Jujur, label non-comedogenic paling sering disalahpahami. Label itu janji produsen berdasarkan pengujian, bukan jaminan untuk semua kulit.
Setelah label, cek nomor notifikasinya. Data di cekbpom.pom.go.id memperlihatkan pola dua huruf dan 11 digit, misalnya NA18251701984 untuk Somethinc Holyshield. Langkah lengkapnya ada di panduan cara cek skincare BPOM.
Pilihan Sunscreen per Kondisi Kulit

Kulit berminyak dan kulit berjerawat tidak selalu sama kebutuhannya. Infografik di atas memetakan lima kondisi yang paling sering muncul.
Berminyak dengan jerawat sesekali cukup memakai gel atau fluid berbasis air. Fokusnya kenyamanan, karena sunscreen yang lengket cenderung ditinggalkan.
Komedo dan bruntusan menuntut label non-comedogenic serta bebas alkohol. Sebelum memakainya di seluruh wajah, AAD menyarankan uji di area seukuran koin dua kali sehari selama 7–10 hari.
Pemakai retinoid, seperti adapalene atau tretinoin dari dokter, perlu SPF 30+ broad spectrum setiap pagi. DermNet NZ mencatat retinoid topikal bisa membuat kulit lebih peka matahari.
Untuk kulit berminyak yang juga mudah merah, filter mineral menjadi pilihan pertama. AAD menilai jenis ini cenderung lebih jarang mengiritasi.
Terakhir, benjolan dalam, kista, atau jerawat yang tak membaik dengan obat bebas adalah tanda untuk menemui dokter kulit, menurut AAD. AAD juga mengingatkan, berganti produk jerawat tiap beberapa hari justru bisa mengiritasi kulit.
Artikel ini bukan pengganti konsultasi medis. Sunscreen melindungi kulit dari sinar UV, sedangkan pengobatan jerawat tetap urusan dokter.
Cara Mengoles Tanpa Menyumbat Pori

Takaran untuk wajah tetap minimal satu sendok teh, kira-kira sepanjang jari telunjuk dan jari tengah, menurut AAD. Banyak pemilik kulit berminyak mengurangi takaran karena takut mengilap. Akibatnya, perlindungan ikut turun.
Triknya, bagi takaran menjadi dua lapis tipis. Studi Jepang tahun 2012 mencatat olesan sekali rata-rata sekitar 1 mg/cm². Sebaliknya, olesan dua kali mendekati 2 mg/cm², yaitu takaran uji SPF.
- Ambil separuh takaran, lalu ratakan di dahi, pipi, hidung, dan dagu tanpa menggosok keras.
- Tunggu lapisan pertama meresap, kemudian oleskan sisa takaran.
- Pakai 15–30 menit sebelum terpapar matahari, sesuai anjuran BPOM.
- Ulangi tiap 2 jam di luar ruangan dan setelah berkeringat atau terkena air.
Saat siang terasa mengilap, saya lebih memilih menepuk kertas minyak dulu, lalu mengoles ulang tipis. Hasilnya lebih rapi daripada menumpuk sunscreen di atas minyak.
Bersihkan Sisa Sunscreen Setiap Malam

Sisa sunscreen, minyak, dan keringat seharian perlu diangkat sebelum tidur. AAD menyarankan mencuci wajah paling banyak dua kali sehari, ditambah setelah berkeringat.
Gunakan ujung jari, bukan waslap atau spons, karena gesekan mengiritasi kulit. AAD juga menganjurkan pembersih yang lembut.
Menurut saya, pembersihan dua tahap baru perlu bila kamu memakai sunscreen tahan air yang lekat. Bila sunscreenmu gel ringan, satu kali cuci dengan pembersih lembut biasanya sudah cukup.
Malam ini, ambil sunscreen yang sedang kamu pakai dan cek tiga hal: tekstur, label non-comedogenic, dan nomor notifikasinya. Bila salah satunya tidak cocok, jadikan itu patokan belanja berikutnya, Sobat Kolabora.




