kolabora.id – Bermain dengan 10 orang selama lebih dari 20 menit, D.C. United tetap menang 2-1 atas New York Red Bulls di Washington pada Rabu malam, 14 Oktober 2026 waktu setempat (Kamis pagi WIB). Hasil itu memanaskan perebutan tiket playoff Wilayah Timur MLS, karena kini D.C. hanya terpaut tiga poin dari zona sembilan besar.
Laga ini bagian dari musim reguler, bukan pertandingan playoff. Namun, kedua klub sama-sama sedang mengejar tiket ke babak itu. Berikut klasemen DC United vs New York Red Bulls sesudah laga, berdasarkan klasemen resmi MLS yang dicek pada 15 Oktober 2026.
Baribo Mencetak Gol dan Memberi Asis
Menurut laporan Associated Press (AP), Tai Baribo membuka skor lewat penalti pada menit ke-5. Penalti itu lahir setelah gelandang Red Bulls, Adri Mehmeti, menjatuhkannya di kotak terlarang.
Selanjutnya, Baribo menyundul bola ke tengah kotak penalti pada menit kelima tambahan waktu babak pertama. Bek Silvan Hefti lalu menanduk bola itu ke gawang Ethan Horvath, sehingga tuan rumah unggul 2-0 saat turun minum.
Menurut Field Level Media, itu gol ke-15 dan asis pertama Baribo musim ini. Gol pembuka tadi juga penalti keempat yang ia cetak sepanjang musim.
Kartu Merah Bartlett Nyaris Mahal
Bek Lucas Bartlett menerima kartu kuning kedua pada menit ke-68 karena menunda permainan. Tiga menit kemudian, Eric Maxim Choupo-Moting memperkecil skor menjadi 2-1 lewat umpan Emil Forsberg.
Setelah itu, Red Bulls terus menekan. Kiper Sean Johnson membuat enam penyelamatan, termasuk menepis sundulan Julian Bazan pada aksi terakhir laga. Statistik di bawah menunjukkan betapa timpangnya laga ini.
Data laga 14 Oktober
D.C. United
NY Red Bulls
Gol
2 (Baribo 5′, Hefti 45+5′)
1 (Choupo-Moting 71′)
Penguasaan bola
32,3% (sisa dari 100%)
67,7%
Expected goals (xG)
1,2
3,7
Kartu merah
1 (Bartlett)
0
Poin sesudah laga
33
36
Angka xG itu berarti kualitas peluang Red Bulls kira-kira tiga kali lipat milik tuan rumah. Akan tetapi, peluang tidak dihitung di klasemen, dan D.C. pulang membawa tiga poin.
Klasemen DC United dan New York Red Bulls
Red Bulls tetap di peringkat kedelapan dengan 36 poin dari 29 laga, dengan rekor 10 menang, 6 imbang, dan 13 kalah. FC Cincinnati di peringkat kesembilan juga mengoleksi 36 poin, tetapi baru bermain 28 kali.
D.C. United naik ke 33 poin dari 28 laga, dengan rekor 7 menang, 12 imbang, dan 9 kalah. Meski begitu, mereka masih di peringkat ke-12, karena New York City FC dan Toronto FC juga punya 33 poin. Persaingan di zona ini mirip dengan cerita klasemen Inter Miami vs New York City FC pada malam yang sama.
Peringkat Sembilan Jadi Garis Batas
Menurut format resmi Audi 2026 MLS Cup Playoffs di MLSsoccer.com, sembilan tim teratas tiap wilayah lolos ke playoff. Peringkat 8 dan 9 harus lebih dulu bertemu di laga wild card sekali main pada 18 November 2026.
Musim reguler berakhir pada Decision Day, 7 November 2026. Artinya, Red Bulls kini berada di kursi wild card, sedangkan D.C. harus menyalip tiga klub sekaligus.
Bagi D.C., tekanan itu besar. Field Level Media mencatat klub ibu kota ini absen dari playoff selama enam tahun, puasa terpanjang yang masih berjalan di MLS. Kemenangan ini juga baru yang kedua dalam 11 laga terakhir mereka.
Red Bulls Terancam Absen Lagi
Red Bulls pernah lolos playoff 15 musim beruntun, rekor MLS, sebelum gagal tahun lalu. Kini, menurut Field Level Media, mereka terancam absen untuk musim kedua berturut-turut.
Pelatih Michael Bradley mengakui timnya sedikit kurang di beberapa momen kunci, menurut Front Row Soccer. Laga berikutnya adalah partai kandang melawan Toronto FC pada Sabtu, 17 Oktober 2026 waktu setempat.
Laga itu bisa jadi kunci ganda. Toronto berada tepat di atas D.C. dengan 33 poin. Jadi, hasil di Harrison ikut menentukan peluang D.C. United, yang masih punya enam laga sisa sebelum Decision Day.
Bagi Sobat Kolabora yang mengikuti MLS, tiga pekan ke depan layak dipantau. Selisih tiga poin di zona wild card masih bisa berbalik dalam dua laga saja.





