kolabora.id – Punya foto produk, tetapi kamu belum sempat membuat video jualan? Bahan utamanya sudah ada di galeri ponsel. Jadi, cara membuat video promosi dengan AI cukup tiga tahap. Pilih 3–10 foto produk, minta chatbot menulis naskah 15 detik, lalu rakit fotonya menjadi video vertikal 9:16 lewat Canva atau CapCut. Fitur gratis dan berbayarnya dirangkum di fitur Canva AI untuk toko online.
Namun, video jualan punya aturan main sendiri. Karena itu, panduan ini juga membahas batas versi gratis, hak pakai komersial, label konten AI di Instagram dan TikTok, serta cara membaca hasilnya setelah tayang. Semua fitur dan harga kami cek di halaman resmi tiap layanan pada 16 Oktober 2026.
Siapkan Foto Produk dan Naskah

Pertama, kumpulkan foto yang jujur menampilkan produk. Foto katalog yang sudah kamu rapikan lewat panduan foto produk dengan AI gratis bisa langsung kamu pakai sebagai bahan.
- Pilih tiga sampai sepuluh foto: satu foto utuh, satu foto dekat untuk tekstur atau label, dan satu foto saat produk sedang dipakai.
- Buka chatbot AI gratis, misalnya ChatGPT atau Gemini, lalu tulis nama produk, harga, keunggulan, dan calon pembelinya.
- Minta naskah 15 detik dengan empat bagian: hook, masalah pembeli, produk sebagai jawaban, dan ajakan memesan.
- Coret setiap klaim yang tidak bisa kamu buktikan, seperti “paling laris” atau “hasil instan”. Setelah itu, baca naskahnya keras-keras sambil menghitung detik.
Sebagai contoh, naskah kopi literan bisa berbunyi begini. Detik 0–3 bertanya, “Ngantuk jam dua siang?” Detik 3–8 menyebut masalah, “Kopi sachet terlalu manis.” Lalu detik 8–12 menampilkan botol dan harga. Terakhir, detik 12–15 menutup dengan “Pesan lewat WhatsApp.”
Menurut kami, pembagian empat ketukan ini lebih penting daripada pilihan aplikasi. Sebab, video tanpa hook di tiga detik pertama mudah terlewat, secanggih apa pun efeknya.
Ubah Foto Jadi Video Promosi dengan AI

Selanjutnya, pilih satu alat dan tuntaskan videonya di sana. Halaman Bantuan Canva menyebut fitur Magic Video menyusun video vertikal multi-adegan berdurasi 60 detik dari 1–10 foto atau klip. Fitur itu tersedia di semua paket, termasuk gratis, dan mendukung bahasa Indonesia.
- Buka Canva, cari Magic Video, lalu unggah foto produk sesuai urutan naskah.
- Tulis arahan singkat, misalnya “video promosi kopi literan, suasana kantor, gaya ceria”. Kemudian, biarkan AI memilih transisi dan musik.
- Potong durasi menjadi sekitar 15 detik agar sesuai naskah. Setelah itu, tambahkan teks harga dan nama toko di setiap adegan kunci.
- Isi suara dengan rekamanmu sendiri, atau pakai fitur text-to-speech. Terakhir, unduh hasilnya sebagai MP4.
Sebaliknya, CapCut cocok bila kamu ingin kontrol lebih detail. Panduan resmi CapCut untuk iklan dari foto produk menyebut fitur image to video, subtitle otomatis, text-to-speech, dan template. Namun, CapCut juga menulis bahwa resolusi tinggi dan bebas watermark bergantung pada paket serta wilayah.

Ada juga fitur Canva AI untuk klip dari teks. Menurut Bantuan Canva, fitur ini menghasilkan klip 8 detik dengan audio atau 6 detik tanpa audio, tetapi prompt-nya masih harus berbahasa Inggris. Klip seperti ini lebih pas untuk pembuka, bukan pengganti foto produk asli.
Taruh Teks di Zona Aman

Harga yang tertutup tombol suka membuat video sia-sia. Panduan iklan Reels Meta menyarankan rasio 9:16 dengan resolusi 1440 x 2560 piksel. Selain itu, Meta meminta tepi atas 14%, tepi bawah 35%, dan 6% di tiap sisi bebas dari teks atau logo.
Untuk TikTok, halaman spesifikasi iklan TikTok menganjurkan rasio 9:16 dengan resolusi minimal 540 x 960 piksel. Jadi, satu file 9:16 yang sama bisa kamu unggah ke dua platform.
Cek Batas Gratis dan Hak Komersial
Gratis tidak selalu berarti bebas dipakai untuk jualan. Tabel berikut merangkum paket dan aturan lisensi tiga alat populer menurut halaman resminya.
Alat Versi gratis Paket berbayar Catatan pakai untuk jualan Canva Rp0; Magic Video tersedia, ada batas generasi per jam Canva Pro Rp95.000 per bulan Konten Free dan Pro boleh untuk iklan dan media sosial; Branded Content tidak boleh CapCut Rp0; ekspor HD bersyarat paket dan wilayah Pro Rp188.000 per bulan atau Rp1.209.000 per tahun, 500 kredit AI Hanya materi berlabel commercial use yang boleh untuk promosi Adobe Express Rp0; video hingga 30 menit, kredit generatif terbatas Premium Rp82.217 per bulan, 250 kredit generatif Halaman harga tidak merinci watermark paket gratis
Perhatikan jebakan di CapCut. Menurut Materials License Agreement CapCut versi 22 Januari 2026, video yang mencampur materi pribadi dan materi berlabel commercial use hanya boleh untuk pemakaian pribadi. Selain itu, musik Commercial Sounds hanya boleh tayang di CapCut, TikTok, dan TikTok for Business.
Artinya, musik CapCut untuk Reels Instagram butuh lisensi terpisah. Ketentuan Layanan CapCut per 15 April 2026 juga menyatakan kamu tetap pemilik video, tetapi CapCut memperoleh lisensi bebas royalti tanpa batas waktu atas konten itu.
Mungkin kamu berpikir, “Toh tidak ada yang mengecek.” Kenyataannya, akun toko adalah aset usaha. Klaim hak cipta musik bisa membuat video kehilangan suara, jadi lebih murah memakai musik yang jelas lisensinya sejak awal.
Pasang Label AI dan Jaga Klaim
Label AI bukan formalitas. Pusat Bantuan Instagram mewajibkan label untuk video fotorealistis atau audio realistis buatan AI, termasuk reel dengan narasi suara AI yang terdengar nyata. Sebaliknya, video bergaya kartun tidak wajib berlabel.
- Di Instagram, buat reel seperti biasa lewat aplikasi ponsel, lalu nyalakan sakelar Add AI label sebelum membagikan. Menurut Instagram, sakelar ini tidak tersedia di komputer.
- Di TikTok, ketuk tombol tambah, rekam atau unggah video, lalu ketuk Next dan More options.
- Nyalakan setelan AI-generated content. Setelah itu, video akan memuat keterangan bahwa kreator menandainya sebagai buatan AI.
- Terakhir, cocokkan isi video dengan produk asli: warna, ukuran, isi kemasan, dan harga harus sama dengan yang pembeli terima.
Kabar baiknya, Bantuan TikTok menyatakan setelan itu tidak memengaruhi distribusi video selama isinya mematuhi Pedoman Komunitas. Namun, TikTok tetap melarang konten AI yang menampilkan tokoh publik seolah merekomendasikan produk, meskipun sudah berlabel.
Aturan dalam negeri juga berlaku. Pasal 9 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen melarang pelaku usaha mengiklankan barang secara tidak benar. Menurut Pasal 62 UU yang sama, pelanggarannya terancam pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp2 miliar.
Unggah ke Instagram dan TikTok, Lalu Ukur

Setelah video siap, unggah file yang sama ke kedua platform dengan caption berbeda. Lalu, ubah akun Instagram menjadi akun profesional, karena menurut Bantuan Instagram, Insights hanya tersedia untuk jenis akun itu.
- Tulis caption pendek berisi manfaat produk, harga, dan cara memesan, misalnya lewat tautan WhatsApp di bio.
- Unggah satu video per hari selama seminggu dengan hook berbeda, tetapi pakai foto produk yang sama.
- Buka Insights tiap reel dan catat Views, Viewers, serta Interactions yang mencakup suka, komentar, simpan, dan bagikan.
- Pertahankan hook dengan simpan dan bagikan tertinggi. Kemudian, tulis ulang naskah lain mengikuti pola hook itu.
Menurut Bantuan Instagram, Insights menampilkan data hingga 90 hari terakhir. Jadi, kamu punya cukup waktu untuk membandingkan beberapa versi. Bila video mulai rutin, alur ini bisa kamu gabungkan dengan alat lain di peta AI untuk UMKM, misalnya membalas pesan pembeli secara otomatis.
Sobat Kolabora, ingat satu hal: AI mempercepat pembuatan video, tetapi kepercayaan pembeli tetap lahir dari produk yang sama persis dengan yang tampil di layar.






1 Komentar
Komentar ditutup.