Harga BBM 13 Oktober 2026: Pertamax vs Swasta

Antrean mobil di SPBU Pertamina 31.168.01 dengan tiang papan harga Pertamax Turbo, Pertamax, Dexlite, dan Pertalite
Mobil mengantre di SPBU Pertamina CitraIndah City, Bogor, dengan papan harga BBM (foto Desember 2024). Foto: Katriel2008/Wikimedia Commons (CC0)

kolabora.id – Rp180 per liter: sebesar itulah Pertamax kini lebih murah daripada BP 92 dan Revvo 92. Angka itu tercatat dalam daftar harga BBM 13 Oktober 2026 yang dimuat CNBC Indonesia untuk Selasa (13/10/2026).

Menurut daftar CNBC Indonesia, belum ada SPBU yang mengubah harga sejak 1 Oktober. Namun, pilihan di pompa justru menyempit karena Shell belum menjual bensin sama sekali. Selain itu, Pertalite dan Solar subsidi juga tetap di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Bacaan Lainnya

Daftar Harga BBM per 13 Oktober

Kelas BBMPertaminaBP-AKRVivoShell
Bensin RON 92Pertamax Rp15.950BP 92 Rp16.130Revvo 92 Rp16.130Tidak tersedia
Bensin RON 95Pertamax Green 95 Rp19.150BP Ultimate Rp19.330Revvo 95 Rp19.330Tidak tersedia
Bensin RON 98Pertamax Turbo Rp19.600––Tidak tersedia
Diesel premiumPertamina Dex Rp25.200BP Ultimate Diesel Rp25.420Diesel Primus Rp25.420V-Power Diesel Rp25.420
Harga per liter wilayah DKI Jakarta/Jabodetabek per 13 Oktober 2026. Sumber: Pertamina Patra Niaga, Shell Indonesia, CNBC Indonesia.

Untuk Pertamina, angka di atas berasal dari tabel resmi Pertamina Patra Niaga wilayah DKI Jakarta. Saat redaksi membuka tabel itu pada 13 Oktober 2026, tabelnya masih bertanda pembaruan 2 September 2026.

Sementara itu, harga BP-AKR (Jabodetabek–Jawa Timur) dan Vivo mengikuti daftar CNBC Indonesia edisi 13 Oktober 2026. Selain itu, Pertamina juga menjual Dexlite seharga Rp23.700 per liter.

Simulasi Selisih Rp180 per Liter

Berdasarkan tabel di atas, Pertamina unggul tipis di semua kelas yang punya pesaing langsung. Pada kelas RON 92, misalnya, Pertamax lebih murah Rp180 daripada BP 92 dan Revvo 92.

Begitu pula di kelas RON 95, Pertamax Green 95 lebih murah Rp180 daripada BP Ultimate dan Revvo 95 menurut daftar yang sama. Sementara itu, Pertamina Dex lebih murah Rp220 daripada tiga merek swasta yang kompak memasang Rp25.420.

Rumusnya sederhana: selisih harga per liter dikali jumlah liter. Sebagai contoh hitungan redaksi, tangki mobil 40 liter menghabiskan Rp638.000 untuk Pertamax, sedangkan BP 92 atau Revvo 92 menghabiskan Rp645.200. Jadi, selisihnya Rp7.200 sekali isi penuh.

Bagi pengendara pribadi, selisih sekecil itu tidak sebanding dengan bensin yang terbuang saat memutar jauh. Sebaliknya, armada usaha yang mengisi 1.000 liter Pertamax per bulan menghemat Rp180.000, dan angka itu mulai terasa di pembukuan.

Shell Super Masih Kosong

Petugas berseragam merah berdiri di dekat pompa BBM SPBU Shell Pulo Lor Jombang, di samping tenda Shell Advance
Petugas berjaga di dekat pompa SPBU Shell Pulo Lor, Jombang, salah satu SPBU swasta di Jawa Timur. Foto: Indonesiagood/Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

Di laman ketersediaan BBM Shell Indonesia, perusahaan menulis bahwa Shell Super sedang tidak tersedia. Bahkan, per 13 Oktober 2026 pagi, Shell hanya mencatat V-Power Diesel di sejumlah SPBU Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Selain itu, daftar harga resmi Shell hanya memuat satu produk, yakni V-Power Diesel Rp25.420 per liter sejak 1 Oktober 2026. Artinya, pemilik mobil bensin yang biasa mengisi di Shell perlu pindah ke Pertamina, BP, atau Vivo untuk sementara.

Pertamax di Luar Jawa Lebih Mahal

Masih menurut tabel Pertamina Patra Niaga, Pertamina memasang harga Pertamax Rp16.300 di Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Sementara itu, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, serta Kalimantan Utara membayar Rp16.650 per liter.

Grafik batang harga BBM RON 92 per liter 13 Oktober 2026: Pertamax per wilayah dibanding BP 92 dan Revvo 92
Pertamax di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua lebih mahal dari BP 92 Jabodetabek. Grafik: Kolabora, data Pertamina Patra Niaga dan CNBC Indonesia

Artinya, Pertamax seharga Rp16.300 versi tabel Pertamina itu justru lebih mahal Rp170 dari BP 92 di Jabodetabek. Sebaliknya, tabel yang sama mencatat harga terendah di kawasan bebas Sabang, yaitu Rp14.950, disusul kawasan bebas Batam Rp15.150. Rincian per provinsi ada di ulasan harga BBM Pertamina Oktober 2026.

Pertalite dan Solar Tetap Sampai Desember

Pengendara sepeda motor mengantre mengisi Pertalite di pompa bernomor 2 SPBU Pertamina Ubud, Bali, dilayani petugas berseragam merah
Pengendara sepeda motor mengantre di pompa Pertalite SPBU Pertamina Ubud, Bali, Agustus 2026. Foto: Sgroey/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Sementara itu, tabel Pertamina Patra Niaga tetap mencantumkan Pertalite Rp10.000 dan Solar subsidi Rp6.800 per liter. Terkait hal ini, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora memberi penegasan yang CNBC Indonesia kutip pada 13 Oktober 2026:

“Untuk BBM Subsidi sesuai kebijakan pemerintah harga tetap sampai dengan akhir tahun 2026.” Kitty Andhora, Pertamina Patra Niaga

Untuk BBM nonsubsidi, Kitty hanya menyebut Pertamina masih memakai harga periode sebelumnya dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Karena itu, belum ada jaminan Pertamax bertahan di Rp15.950 bulan depan.

Lalu, apakah Pertamax akan naik pada November? Sejauh ini belum ada pengumuman resmi ke arah sana. Meski begitu, kenaikan terakhir pada 1 September 2026 mengerek Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Dex sekaligus, menurut catatan CNBC Indonesia.

Oleh karena itu, Sobat Kolabora yang mengatur anggaran bensin bulanan sebaiknya mencocokkan angka ini lagi pada 1 November 2026, saat Pertamina dan SPBU swasta biasanya memperbarui daftar harga.

Tari Ismayah
Ditulis oleh

Tari Ismayah

Perempuan asli Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *