Timnas Putri Indonesia Imbang Armenia, Lanjut Lawan Yordania

Pemain timnas sepak bola putri Indonesia berfoto bersama pengurus PSSI di depan spanduk Sepakbola Wanita Siap
Pemain timnas putri Indonesia berfoto bersama pengurus PSSI pada AFC Women's Football Day 2021. Foto: Thomas Bungalawan/Wikimedia Commons (CC BY 3.0)

kolabora.id – Skor 0-0 melawan Armenia membuat timnas putri Indonesia menjadi buah bibir warganet. Laga persahabatan FIFA Matchday itu berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, di Aqaba, Yordania. Hasil itu mengejutkan sebagian pendukung, sebab Garuda Pertiwi datang sebagai juara Piala AFF Wanita 2026.

Rangkaian uji coba ini belum selesai. Tim asuhan Akira Higashiyama masih punya satu laga lagi melawan tuan rumah Yordania pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Timnas Putri Indonesia Imbang dengan Armenia

Menurut laporan kantor berita ANTARA, laga berlangsung di Stadion Aqaba Development. Indonesia menguasai jalannya pertandingan, terutama pada babak pertama, tetapi penyelesaian akhirnya kurang tajam.

ANTARA mencatat beberapa peluang terbaik Indonesia. Sundulan Felicia de Zeeuw melebar, dua tembakan jarak jauh Isabelle Nottet tidak mengenai sasaran, dan kiper Armenia, Alina Poghosyan, menepis tembakan Estella Loupatty pada babak kedua.

Sementara itu, Armenia sempat menekan menjelang akhir laga. Namun, skor tetap 0-0 sampai peluit panjang. Menurut kumparan, laga ini juga menjadi pertemuan pertama kedua negara.

23 Pemain Timnas Putri Pilihan Higashiyama

PSSI memanggil 23 pemain untuk jendela FIFA Matchday Oktober, menurut CNN Indonesia pada Jumat, 9 Oktober 2026. Daftar itu memuat tiga kiper, antara lain Shesilia Putri, Edelweiz Auradiva, dan Laita Roati.

Di lini depan, Higashiyama membawa Claudia Scheunemann, Ajeng Sri Handayani, Marsela Awi, dan Estella Loupatty. Di tengah, ada nama seperti Felicia de Zeeuw, Isa Warps, Helsya Maeisyaroh, dan Viny Silfianus.

Pemain timnas putri Indonesia berkaus biru berlogo Garuda tersenyum saat sesi latihan di lapangan rumput
Sesi latihan timnas putri Indonesia pada Maret 2021, jauh sebelum PSSI memanggil skuad Oktober 2026. Foto: Thomas Bungalawan/Wikimedia Commons (CC BY 3.0)

Melawan Armenia, menurut kumparan, Higashiyama memasang Laita, Remini Rumbewas, Gea Yumanda, dan Pauline van der Pol di lini belakang. Di depan mereka, ia memainkan Helsya, Viny, Sheva Imut, Isa Warps, Isabelle Nottet, Felicia, dan Estella.

Jadi, sebagian besar pilar juara AFF tetap menjadi tulang punggung tim.

Lanjut Lawan Yordania di Amman

Berikutnya, Indonesia menghadapi Yordania di Amman pada Selasa, 13 Oktober 2026, waktu setempat, menurut ANTARA. Hingga 11 Oktober 2026, jam sepak mula laga ini belum tercantum di sumber yang kami periksa.

Lawan kedua ini lebih berat di atas kertas. Ranking resmi FIFA rilis 16 Juni 2026 menempatkan Yordania di posisi 76, Indonesia 110, dan Armenia 147. Menurut situs FIFA, pembaruan resmi berikutnya dijadwalkan 20 Oktober 2026.

Grafik batang peringkat FIFA putri: Yordania 76, Indonesia 110, Armenia 147
Yordania jauh di atas Indonesia dan Armenia di ranking FIFA putri rilis Juni 2026; makin kecil angka, makin tinggi peringkat. Grafik: Kolabora, data: FIFA

Kedua tim juga pernah bertemu. Pada 28 Mei 2025, laga Women’s Tri Nation Cup di Stadion King Abdullah II, Amman, berakhir 1-1, menurut catatan kumparan.

Suasana malam di dalam Stadion Internasional Amman dengan lampu sorot menyala dan tribune penuh penonton
Stadion Internasional Amman saat menggelar laga timnas Yordania pada September 2024. Foto: GhaziTwaissi/Wikimedia Commons (CC0)

Catatan lokasi: daftar pemain versi CNN Indonesia menyebut kedua laga di Amman. Namun, laporan pertandingan ANTARA dan kumparan menulis laga melawan Armenia berlangsung di Aqaba, dan kami berpegang pada laporan pertandingan.

Modal Juara Piala AFF Wanita 2026

Ekspektasi publik tinggi karena prestasi musim panas lalu. Pada Rabu, 22 Juli 2026, Indonesia menekuk Laos 5-0 di final Piala AFF Wanita di Stadion Kuala Lumpur, menurut portal RCTI+.

Sydney Hopper, Isabelle Nottet, Estella Loupatty, Felicia de Zeeuw, dan Emily Nahon mencetak gol di final itu. Dengan hasil tersebut, Garuda Pertiwi mempertahankan gelar yang juga mereka raih pada 2024, menurut laporan yang sama.

Meski begitu, gelar regional belum mengangkat posisi di dunia. Menurut Kontan pada 24 Juli 2026, Indonesia masih di urutan keenam ASEAN, di bawah Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, dan Malaysia.

Arti Uji Coba bagi Timnas Putri

Pertama, laga resmi FIFA Matchday memberi Higashiyama bahan evaluasi melawan gaya bermain Eropa dan Asia Barat, dua kawasan yang jarang muncul di turnamen ASEAN. Hasil imbang melawan tim berperingkat lebih rendah menunjukkan pekerjaan rumah utama ada pada penyelesaian akhir.

Kedua, FIFA ikut memperhitungkan hasil laga persahabatan internasional dalam rankingnya. Karena itu, laga melawan Yordania menjadi peluang mendapat poin dari lawan yang peringkatnya jauh lebih tinggi.

Bagi pendukung, momentum ini juga sejalan dengan geliat sepak bola nasional setelah timnas putra juara ASEAN Cup. Sementara itu, wakil klub Indonesia juga sedang berlaga di level regional, seperti laga Persib vs Port FC di ASEAN Club Championship.

Pada akhirnya, laga 13 Oktober akan menentukan apakah Garuda Pertiwi menutup jendela Oktober dengan kemenangan atau dua hasil tanpa gol. Sobat Kolabora bisa memantau kanal resmi PSSI untuk jam sepak mula dan siaran.

Tari Ismayah
Ditulis oleh

Tari Ismayah

Perempuan asli Sleman. Suka menulis, membaca, dan menggambar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *